Bupati Serang Launching Enam Desa Digital Bank bjb

Serang, HALOBANTEN.COM – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah melaunching enam desa digital Bank bjb.

Acara dipusatkan di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran. Sedangkan lima desa lainnya mengikuti secara virtual.

Ke enam desa tersebut meliputi Desa Sindangheula Kecamatan Pabuaran, Desa Sidamukti Kecamatan Baros, Desa Domas Kecamatan Pontang.

BACA JUGA

Selanjutnya, Desa Situ Teratai Kecamatan Cikande, Desa Tenjo Ayu Kecamatan Tanara, dan Desa Cijeruk Kecamatan Kibin.

Launching ditandai dengan penekanan sirine tersebut dilakukan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Tatu didampingi Asda III Ida Nuraida, CEO Regional 4 Bank bjb Edy Kurniawan Saputra, dan Pimpinan Bank bjb KCK Banten Budiatmo Sudradjat.

Acara juga dihadiri sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Serang.

Ratu Tatu mengatakan, Pemda Kabupaten Serang bersama Bank bjb memanfaatkan kemajuan digital saat ini untuk pelayanan di tingkat desa.

Bjb mempunyai program laku pandai desa digital bukan hanya di enam desa melainkan untuk 326 desa di 29 kecamatan se Kabupaten Serang.

“Dengan menggunakan desa digital atau laku pandainya Bank bjb ini bisa sangat membantu untuk Pemda Serang dan masyarakat,”ujarnya.

Keuntungan yang diperoleh Pemkab Serang yakni bisa meningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) atas pembayaran PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan bisa di tingkat desa.

“Jadi tidak usah jauh nyari bank atau ATM di kantor desa juga ada, dan itu pastinya akan sangat luar biasa, setiap harinya PAD Kabupaten Serang bisa terbantu meningkat,” ucapnya.

Kemudahan lain yang diperoleh dengan hadirnya desa digital, masyarakat bisa menabung yang harus menjadi kewajiban dengan kebiasaan menabung begitu juga bisa melakukan transaksi tarik tunai.

Kemudian bagi mereka pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa menggunakan fasilitas kredit Bank bjb dengan nama kredit mesra maksimal Rp5 juta tanpa agunan dan tanpa bunga.

“Program ini wajib dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Serang, dan perangkat desa mempunyai peran penting kemudian kecamatan dan pemda tentunya,” paparnya.

Pimpinan Bank bjb KCK Banten Budiatmo Sudradjat mengatakan, sebenarnya di Kabupaten Serang dari sebanyak 326 desa 24 desa di antaranya sudah aktif program laku pandai.

Hanya saja dari 24 tersebut 18 desa diantaranya belum bisa menjadi desa digital lantaran kurang satu yakni penyaluran kredit.

“Kalau yang enam desa itu sudah kita salurkan kredit Bank bjb mesra setelah ada kredit itu lengkap dan sudah menjadi desa digital, sisanya yang 18 masih kategori maju,” ujarnya.

“Di tahun ini juga bjb lengkapi fasilitas kreditnya bekerjasama di bjb mesra yang merupakan fasilitas kredit ultra mikro, karena plafonnya maksimal Rp5 juta dan sifatnya kelompok,” sambung dia. (MG1/RED)

BERITA LAINNYA