News » NASIONAL » NASIONAL

Kebakaran Dahsyat Gedung Bapenda DKI Jakarta, Polisi Turunkan Puslabfor Cari Penyebab Api

Jakarta, HALOBANTEN.COM — Kebakaran dahsyat Gedung Bapenda DKI terjadi pada Jumat (7/8/2026) malam. Warga sekitar sempat mendengar suara ledakan dua kali. Kebakaran melanda gedung di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Jakarta Pusat. Api juga membuat warga sekitar panik dan segera keluar rumah.

Warga bernama Rais (45) mengaku mendengar suara ledakan setelah pulang berjualan. Suara tersebut kembali terdengar beberapa saat kemudian. “Itu malam-malam saya baru pulang jualan. Terus langsung dengar ledakan,” ujar Rais, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Rais, ia segera membangunkan warga sekitar. Mereka kemudian meminta penghuni rumah dan kontrakan keluar untuk menghindari risiko api merembet. Rais membawa pakaian serta sejumlah dokumen penting. Mereka bertahan di luar rumah hingga kondisi sekitar kembali aman.

BACA JUGA

Warga mulai masuk kembali ke rumah sekitar pukul 03.00 WIB. Rais bersyukur tidak ada barang miliknya yang hilang. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran terus berdatangan ke lokasi. Rais melihat beberapa unit sudah tiba ketika ia keluar rumah.

Polisi Turunkan Puslabfor Telusuri Asal Api

Polda Metro Jaya melibatkan Pusat Laboratorium Forensik atau Puslabfor untuk mencari penyebab kebakaran. Tim juga akan menelusuri titik awal api. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan proses pemeriksaan masih berlangsung. Polisi belum menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut. “Puslabfor hadir untuk menentukan asal api dan titik api,” kata Budi, Sabtu (8/8/2026).

Polisi juga memeriksa sejumlah saksi terkait peristiwa tersebut. Penyidik akan mencocokkan keterangan saksi dengan hasil pemeriksaan lokasi. Seorang pekerja berinisial G sempat terjebak saat api melanda gedung. Tim penyelamat kemudian membawa korban keluar dari lokasi.

G masih menjalani perawatan medis akibat sesak napas. Polisi juga terus memantau kondisi korban selama proses penyelidikan. Kebakaran Gedung Bapenda DKI kini menjadi perhatian karena gedung tersebut menampung beberapa instansi pemerintah. Selain Bapenda, sejumlah perangkat daerah juga menggunakan gedung tersebut.

Sekitar 1.000 ASN Beralih ke Sistem WFH

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sekitar 1.000 ASN bekerja pada gedung tersebut. Mereka berasal dari beberapa perangkat daerah dan Bank Jakarta. Instansi tersebut mencakup Bapenda, BPSDM, Dinas Perhubungan, BPAD, serta Bank Jakarta. Karena itu, Pemprov DKI perlu menjaga kelangsungan pelayanan publik.

Pramono kemudian meminta seluruh ASN bekerja dari rumah secara bergantian. ASN juga dapat bekerja dari kantor Suku Dinas Wilayah Kota. Selain itu, Pemprov DKI membuka opsi pemanfaatan aset pemerintah lainnya. Kebijakan tersebut berlaku selama kondisi gedung belum memungkinkan untuk aktivitas kerja normal.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan melalui WFH secara bergantian,” ujar Pramono.

Kebijakan tersebut bertujuan menjaga layanan masyarakat tanpa mengabaikan keselamatan pegawai. Pemprov DKI juga menunggu hasil pemeriksaan kondisi gedung setelah kebakaran. Sementara itu, polisi masih mengusut penyebab kebakaran Gedung Bapenda DKI. Hasil pemeriksaan Puslabfor nantinya menjadi bagian penting dalam penyelidikan.

(SUR)

BERITA LAINNYA