Anggota Komisi II DPRD Tangsel itu menyarankan agar DCKTR Tangsel melakukan kajian kembali apakah memungkinkan dibuatkan sekalian septic tank berikut MCK-nya agar permasalahan BABs dapat selesai secara bertahap.
Namun demikian, dia mengapresiasi langkah Pemkot membangun septic tank sebagai solusi dari permasalahan warga yang masih melakukan BABs secara sembarangan.
“Saya mengapresiasi langkah pemerintah kota untuk dapat membangun septic tank sebanyak 1800 pada tahun 2023 ini,” ujarnya.
Sebelumnya, DCKTR) Kota Tangsel bangun 1.800 septic tank di tujuh kecamatan se-Tangsel.
Tidak tanggung-tanggung, dana APBD Tangsel yang digelontorkan untuk pembangunan septic tank tersebut kabarnya mencapai Rp20 miliar.
Namun dana sebesar itu hanya untuk pembangunan septic tank saja, tidak termasuk dengan MCKnya.
Pembangunan septic tank ini untuk mengatasi masalah sanitasi pembuangan air besar.
Pembangunan diawali dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie untuk pembangunan Tangki Septik di Jalan Tidore Jombang, Kecamatan Ciputat, Selasa (07/03/2023).
“Kita benahi semuanya, seperti di sini. Ini awal dari 1.800 titik septic tank atau STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang akan kita bangun di 2023 ini,” jelasnya.
Pembangunan ini menyasar tiap rumah tangga yang belum memiliki tangki septik tersebut.















