JAKARTA, HALOBANTEN.COM – Jagat media sosial lagi heboh gara-gara surat “sakti” yang viral! Bukan sembarang surat, ini surat dengan kop Kementerian UMKM yang isinya minta fasilitas buat istri Menteri UMKM, Agustina Hastarini, saat berkunjung ke Eropa. Nah lho, ada apa ini?
Misi Budaya Rasa ‘Jalan-Jalan Dinas’?
Surat yang beredar di X (dulu Twitter) dengan akun @Murta******* pada Jumat (4/7/2025) ini ditujukan ke beberapa Kedutaan Besar Indonesia di Eropa, mulai dari Paris, Den Haag, Brussel, Roma, sampai Sofia. Isinya? Menginfokan kalau Ibu Agustina Hastarini akan ikutan “Misi Budaya” ke Istanbul, Pomorie, Sofia, Amsterdam, Brussels, Paris, Lucerne, dan Milan selama 14 hari, dari 30 Juni sampai 14 Juli.
Yang bikin netizen nyinyir adalah permintaan di surat itu yang bunyinya: “Berkenaan dengan hal tersebut, kami mohon dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sofia, Brussel, Paris Bern, Roma dan Den Haag serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul selama pelaksanaan agenda dimaksud berupa pendampingan Istri Menteri beserta rombongan selama kegiatan ini berlangsung.”
Waduh, masa sih acara budaya butuh pendampingan dari KBRI? Langsung deh, spekulasi “jalan-jalan dinas berkedok misi budaya” merebak. Apalagi, permintaan fasilitas ini ditembuskan ke Menteri UMKM Maman Abdurrahman sendiri, plus Direktur Eropa I dan II Kementerian Luar Negeri.
Menteri Maman Abdurrahman Bakal Klarifikasi di KPK!
Kontroversi ini makin panas setelah Menteri UMKM Maman Abdurrahman akhirnya angkat bicara. Hari ini, Jumat (4/7/2025), beliau berencana mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan penjelasan.
“Nanti jam 15.00 WIB ke KPK saja. Saya akan datang ke KPK dan menjelaskan semuanya di KPK,” kata Maman, dikutip dari Antara.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Roy Soemirat, langsung cuci tangan dan menegaskan kalau Kemlu tidak terlibat dalam masalah ini.
Jadi, kira-kira apa ya penjelasan Menteri Maman di KPK nanti? Apakah ini murni kesalahpahaman administrasi, atau ada hal lain yang belum terungkap? Kita tunggu saja klarifikasi resminya!
Menurut kamu, wajar gak sih kalau pejabat negara minta fasilitas dari KBRI untuk kegiatan pribadi yang berkedok “misi budaya” seperti ini? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar! (*/bbs)















