HALOBANTEN, – Indonesia menegaskan posisinya sebagai pemasok utama kopi robusta ke Mesir, dengan lonjakan ekspor yang signifikan pada tahun 2024. Data terbaru menunjukkan bahwa volume ekspor kopi Indonesia mencapai 40.018 metrik ton, dengan nilai transaksi sebesar 135,51 juta dolar AS, atau sekitar 2,22 triliun rupiah. Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 45,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini menempatkan Indonesia di puncak daftar negara pengekspor kopi terbesar ke Mesir, mengungguli pesaing-pesaing seperti Vietnam, Brasil, India, dan Ethiopia. Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini dalam acara Malam Apresiasi Trader Kopi Mesir yang diselenggarakan oleh CEO Giza Food (Shaheen Coffee), Ahmad Shaheen.
Dubes Lutfi menyoroti komitmen Shaheen Coffee untuk meningkatkan impor kopi Indonesia hingga mencapai 5 juta dolar AS pada tahun 2025. Beliau juga memuji strategi bisnis Shaheen Coffee yang berfokus pada layanan pelanggan dan pemahaman mendalam tentang preferensi rasa konsumen di Mesir. Selain itu, investasi dalam teknologi modern menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam menjaga kualitas produk.
Atase Perdagangan Kairo, M. Syahran Bhakti, menambahkan bahwa kesuksesan ini juga didukung oleh kontribusi aktif dari para eksportir kopi Indonesia, termasuk pelaku UMKM. Ia menekankan pentingnya dukungan terhadap UMKM untuk meningkatkan daya saing ekspor mereka.
Ahmad Shaheen, CEO Shaheen Coffee, membagikan rahasia sukses perusahaannya, yang meliputi layanan pelanggan yang prima, pemahaman preferensi rasa, dan investasi dalam teknologi. Ia juga menyoroti pentingnya registrasi perusahaan di aplikasi Cargo X untuk memfasilitasi proses ekspor ke Mesir.
Secara rinci, data ekspor kopi ke Mesir pada tahun 2024 menunjukkan Indonesia memimpin dengan 40.018 metrik ton, diikuti oleh Vietnam (17.018 metrik ton), Brasil (8.465 metrik ton), India (6.559 metrik ton), dan Ethiopia (5.093 metrik ton). (*/kemendag)















