Setu, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) Banten, selama dipimpin Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan belum memiliki inovasi brilian dalam mengatasi persoalan sampah dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Hingga saat ini daerah tersebut hanya bisa membuang sampah ke daerah lain untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Cipeucang.
Cara lainnya yakni dengan menyediakan bank sampah dan tempat pengolahan sampah reduce reuse recycle (TPS 3R). Namun dalam pelaksanaannya, cara itu juga tersendat-sendat dan tidak berjalan maksimal.
Sementara, rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) TPA Cipeucang tak kunjung ada kepastian.
Sebagai sebuah konsep inovatif, Tangsel sebagai Smart City harusnya memiliki solusi brilian atasi permasalahan perkotaan.
Agar sampah TPA Cipeucang tidak terlihat menggunung, Pemkot Tangsel melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menerapkan sistem open dumping (perataan) pada gunung sampah tersebut.
Mengenai kerja sama dengan daerah lain dalam hal pembuangan sampah, salah satunya adalah lakukan Perjanjian Kerjasama Sampah (PKS) dengan wilayah lain seperti di TPA Cilowong, Kabupaten Serang.
Namun, PKS tersebut kabarnya akan berakhir pada akhir April 2024 ini.
“Menurut info memang (PKS dengan Cilowong, Serang, red) berakhir di akhir April (2024, red) ini,” ujar Kepala Bidang Persampahan pada DLH Kota Tangsel, Tubagus Apriliandhi saat dikonfirmasi, Selasa (16/4/2024).
Setelah PKS berakhir, selanjutnya akan menunggu arahan dari pimpinan, baik itu Kepala DLH Kota Tangsel, maupun Wali Kota Tangsel.
“Untuk langkah pembuangan sampah ke daerah lain masih ada kemungkinan, tapi untuk lokasi tepatnya menunggu arahan pimpinan terlebih dahulu,” jelasnya.
Terpisah, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menyebut progres kerja sama dengan Kabupaten Lebak harus menggunakan e-katalog dan ada persyaratan lain dari Lebak.
“Sedikit, nantinya harus menggunakan e-katalog, pembentukan e-katalog itu dilakukan oleh mereka (Lebak, red), dan badan usaha di Lebak itu sendiri untuk pengelolaan (sampah, red),” jelasnya di Balai Kota Tangsel, Ciputat.
Saat ini, menurut Benyamin, pihaknya masih memanfaatkan pembuangan sampah ke TPA Cilowong, TPA Cipeucang dan ITF Pondok Aren.
“Cilowong masih, Cipecang tentunya, walaupun gak banyak bisa kita buang disana (TPA Cipeucang, red),” tutupnya. (Eka)






















