Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun berinisial MA di Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, meninggal dunia setelah mengalami kekerasan oleh kedua orang tuanya.
Peristiwa tragis ini terjadi di sebuah apotek di Jalan Jombang Raya, Ciputat, Jumat (25/8/2025).
Kapolres Tangsel, AKBP Victor Inkiriwang, menyatakan dalam konferensi pers bahwa korban meninggal di rumah sakit setelah mengalami kekerasan berulang kali.
Polisi telah memeriksa tujuh saksi dan empat ahli untuk mendalami kasus ini.
Korban Ditendang dan Dilempar
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Wira Graha Setiawan, menjelaskan bahwa kekerasan terhadap korban terjadi setidaknya enam kali sejak pertengahan Juni 2025.
Pemicunya beragam, mulai dari perkataan kasar hingga korban yang tidak mau makan atau diare.
Kekerasan terakhir, yang menyebabkan korban meninggal, terjadi saat korban menolak bangun dari lantai.
Sang ayah, AAY, menendang korban dan melemparkannya ke dalam kardus bekas kulkas.
Setelah kejadian itu, kondisi korban memburuk, dia muntah air dan darah.
Meskipun sempat dibawa ke klinik lalu ke rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong.
Saat tiba di rumah sakit, korban sudah meninggal dunia.
Polisi menyita tujuh barang bukti, termasuk sapu, korek api, kardus, dan rekaman video.
Saat ini, Polres Tangsel terus melanjutkan penyidikan dan berkomitmen menindak tegas tindak pidana kekerasan terhadap anak di wilayahnya.
Berikut Kronologinya :
- 13 Juni 2025: Tersangka AAY menendang paha dan perut korban karena kesal dengan perkataan kasar anaknya.
- 23 Juni 2025: Kekerasan berulang dengan alasan yang sama.
- 28 Juni 2025: AAY memukul dada kiri korban dengan tangan mengepal.
- 19 Juli 2025: AAY kembali melakukan kekerasan karena korban tidak mau makan dan mengeluh masuk angin.
- 24 Juli 2025: Kekerasan terjadi saat korban mengalami diare dan buang air besar di celana.
- 25 Juli 2025, pukul 09.00 WIB: Peristiwa fatal terjadi. AAY menyuruh korban untuk tidak tidur di lantai. Karena korban tidak mengindahkan perintahnya, AAY menendang pinggul kiri korban dua kali. Selanjutnya, AAY mengangkat korban dan melemparkannya ke dalam kardus bekas kulkas.
- Setelah kekerasan terhadap anak terakhir ini, kondisi korban memburuk. Korban muntah air, darah, dan cairan berwarna coklat. Pada pukul 18.00, korban sempat tertidur tetapi terlihat lemas dan merintih kesakitan. Kedua orang tua korban baru membawanya ke klinik pada pukul 21.30. Pihak klinik menyarankan agar korban segera dibawa ke rumah sakit. Namun, saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan sudah meninggal.
(Alif/Jek/Red)














