Serang, HALOBANTEN.COM – Dalam mengembangkan wisata religi Syeikh Nawawi Al Bantani di Tanara, Pemkab Serang gandeng Universitas Gajah Mada (UGM).
Tak hanya UGM, sejumlah perguruan tinggi lainnya di Banten serta unsur pengusaha turut terlibat dalam program ini.
“Seperti yang selalu saya sampaikan bahwa pembangunan di Kabupaten Serang kami punya konsep pentahelix,” jelas Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat acara Festival Kebudayaan Tanara di Taman Halaman Masjid Agung Syech Nawawi Al Bantani, Kecamatan Tanara, Kamis (12/1/2023).
Ada keterlibatan dunia industri atau pengusaha, pemerintah itu sendiri, perguruan tinggi dan media.
Banyak hal yang akan Pemkab Serang lakukan dalam pengembangan wisata halal atau wisata religi.
“Terutama yang terpenting adalah ilmu Syeikh Nawawi Al Bantani yaitu kitab kuning harus kita lestarikan,” imbuh Tatu Chasanah.
Di Kabupaten Serang, semua pondok pesantren menggunakan kitab kuning, dan harus menjadi pelajaran yang bisa di ikuti oleh masyarakat umum.
Pihaknya terus lakukan proses pembangunan Pusat Kajian Kitab Kuning Syeikh Nawawi Al Bantani.
“Namun tidak kalah penting, kita persiapkan dulu sumber daya manusianya dulu,” jelasnya. Masyarakatnya harus siap secara kultur dan kepeduliannya terhadap lingkungan dalam pengembangan wisata religi. (MG1/JARKASIH)















