Pasar Kemis Tangerang, HALOBANTEN.COM – Di balik gegap gempita pesta demokrasi, terselip kisah pilu dari seorang pahlawan demokrasi, Satriawan, seorang petugas KPPS di Kabupaten Tangerang, Banten.
Dia gugur usai menjalankan tugasnya menyelesaikan proses penghitungan suara. Satriawan di duga meninggal akibat kelelahan.
Satriawan, pria berusia 44 tahun ini, menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu malam (14/2) setelah menyelesaikan proses penghitungan suara di TPS 86, Kelurahan Sindang Sari.
Ia sempat tak sadarkan diri dan dilarikan ke klinik, namun nyawanya tak tertolong.
Diduga, kelelahan menjadi penyebab utama kepergian Satriawan. Riwayat hipertensi yang ia derita pun memperburuk kondisinya.
Kepergian Satriawan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.
Penjabat Bupati Tangerang, Andi Ony Prihartono, beserta jajaran Forkopimda, turut melayat ke rumah duka dan menyampaikan santunan kepada keluarga.
Pihaknya menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut dan memberikan santunan kepada keluarga almarhum.
“Semoga keluarga almarhum di berikan ketabahan,” ujar Andi Ony.
Kematian Satriawan menjadi pengingat bagi kita semua tentang dedikasi dan pengorbanan para petugas KPPS dalam menyukseskan pesta demokrasi.
Di balik kelancaran dan kedamaian pemilu, ada keringat, kelelahan, dan bahkan nyawa jadi taruhan.
Kisah Satriawan adalah kisah tentang pahlawan demokrasi yang gugur di medan tempur.
Ia telah mengantarkan bangsa ini selangkah lebih dekat menuju cita-citanya.
Marilah kita sejenak mengheningkan cipta untuk mengenang jasa Satriawan dan seluruh pahlawan demokrasi yang telah gugur.
(Red)















