Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI Pamulang) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025 secara semarak. Acara mengambil tema inspiratif, “Pemuda Pemudi Bergerak Indonesia Bersatu, Patriotik, Gigih Empati,” dengan tujuan meneguhkan kembali semangat persatuan di kalangan generasi muda Pamulang.
Kegiatan penting bagi organisasi kepemudaan (OKP) ini berlangsung di lokasi Megantara Edupark, Kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang. Melibatkan lebih dari 60 perwakilan dari berbagai OKP yang berkiprah di wilayah Kecamatan Pamulang, acara itu menunjukkan komitmen bersama untuk memajukan peran pemuda.
Sejumlah tokoh penting dan pemangku kepentingan dalam pembangunan kepemudaan turut memeriahkan dan memberikan pandangan mereka. Antara lain, Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Pamulang, Hafiz Sholahuddin. Kasie Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Pamulang, Soni Wahyudi. Ketua Harian Karang Taruna Tangsel, Iwan Pristiasya. Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel, Deden Umaidi. Sekretaris DPD KNPI Tangsel, Chalid Mawardi, dan Wakil Sekretaris DPD KNPI Tangsel, Sulistyawan (Sulis).
Semangat Persatuan Tak Pernah Padam
Ketua PK KNPI Pamulang Kota Tangsel, Toni, dalam kesempatan itu menyampaikan pesan mendalam. Ia mengakui bahwa bentuk perjuangan pemuda masa kini berbeda dari perjuangan generasi 1928, tetapi Toni menekankan bahwa inti semangat persatuan tetap sama.
“Sumpah pemuda bukan hanya warisan museum, tapi api semangat yang tetap terus menyala pada hati dan langkah kaki para pemuda,” ujar Toni, mengutip pernyataan pada Sabtu (13/12/2025).
Toni menyerukan agar momentum peringatan Sumpah Pemuda 2025 menjadi waktu bagi pemuda untuk bertindak nyata. PK KNPI Pamulang bersama seluruh OKP wilayah itu harus bersama-sama memajukan pemuda dengan terus membawa semangat persatuan. “Pemuda pemudi bergerak, Pamulang bersatu dan berjaya,” tegas Toni menutup.
Tantangan Teknologi dan Apatisme
Chalid Mawardi, Sekretaris DPD KNPI Tangsel, mengingatkan audiens bahwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 pada dasarnya merupakan upaya untuk mempersatukan bangsa demi kemandirian menuju kemerdekaan. Penyatuan itu lahir melalui kesepakatan satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air.
Chalid menilai bahwa persatuan masih amat penting bagi kalangan pemuda hari ini. Namun, dirinya menyoroti bahwa kemajuan teknologi informasi justru membawa tantangan baru, yakni mendorong individualisme.
“Dengan gaya-gaya modern sekarang, teknologi informasi yang sejatinya bisa kita manfaatkan bersama untuk pembinaan justru mengarah pada individualisme. Ini merupakan tantangan bersama bagaimana pemuda hari ini bisa punya kacamata yang sama untuk memajukan negeri dari berbagai segmen,” jelas Chalid.
Senada dengan pandangan itu, Wakil Sekretaris DPD KNPI Tangsel, Sulistyawan, menambahkan pentingnya peran strategis pemuda dalam peradaban. Sulis berpesan agar pemuda tidak menunjukkan sikap minder atau apatis terhadap kebijakan pemerintahan, termasuk politik.
“Dengan tidak apatisnya pemuda terhadap kebijakan pemerintahan, baik itu politik, kita dapat mengenal kehidupan rakyat. Kita juga sekaligus membuka peluang-peluang ke depan dalam menyongsong masa depan,” tandas Sulis yang akrab teman sapa dengan panggilan Iwan.
(Alif/Jek/Red)






















