Jakarta, HALOBANTEN.COM – Jutaan warga Palestina dikabarkan alami kesulitan air bersih. Sumber-sumber air di sana luluh lanta akibat perang yang pecah antara Hamas dan Israel.
Merespon kondisi tersebut, salah satu Organisasi perkumpulan Al Jam’iyatul Washliyah (Al Washliyah) di Indonesia bergerak cepat mengirimkan bantuan satu juta ton air bersih ke Palestina.
Bantuan dikirimkan langsung ke wilayah Gaza Palestina.
Sekjen PB Al Washliyah Amran Arifin mengatakan berdasarkan informasi yang diterima dari pengurus Al Washliyah perwakilan luar negeri di Palestina, saat ini jutaan warga Palestina mengalami kesulitan air bersih akibat perang yang terjadi antara pasukan Hamas dan Israel.
“Air bersih sangat dibutuhkan warga Palestina, karena sumber-sumber air bersih di sana hancur akibat perang,” kata Amran.
Warga Palestina juga sangat membutuhkan bantuan logistik seperti makanan, pakaian dan obat-obatan.
Oleh karena itu PB Al Washliyah bergerak bersama seluruh pengurus wilayah dan cabang se-Indonesia untuk mengumpulkan donasi dalam bentuk uang.
“Alhamdulillah kita berhasil mengumpulkan donasi dalam jumlah miliaran rupiah dari para pengurus wilayah dan cabang Al Washliyah se-Indonesia,” tuturnya.
Donasi yang terkumpul langsung dikirimkan ke Gaza Palestina melalui pengurus Al Washliyah cabang perwakilan luar negeri di Palestina. Kemudian donasi digunakan untuk membeli semua kebutuhan yang dibutuhkan warga Palestina. Satu di antaranya adalah satu juta ton air bersih.
“Air bersihnya langsung dikirim ke lokasi pengungsian warga Palestina menggunakan ratusan kendaraan tangki,” jelas Amran.
Selain air bersih, PB Al Washliyah juga memberikan bantuan lainnya yang dibutuhkan seperti makanan, minuman, obat-obatan dan pakaian.
Untuk diketahui, Al Washliyah adalah organisasi massa Islam yang menjadi besar karena dasar pemikiran yang kuat dari para ulama pendirinya.
Salah satunya adalah dasar pemikiran dari Syekh Tuan Guru Arsyad Thalib Lubis (Tuan Guru Arsyad, 1908-1972).
Perkumpulan Al Jam’iyatul Washliyah ini didirikan di Sumatera Utara pada akhir tahun 1930, tepatnya 30 November 1930.
Perkumpulan Al Jam’iyatul Washliyah memiliki kepengurusan di pusat hingga daerah. “Kita memiliki 38 pengurus wilayah atau tingkat provinsi dan dan 380 pengurus cabang atau tingkat Kabupaten/Kota di Indonesia serta 20 pengurus cabang perwakilan luar negeri yang tersebar di beberapa negara, salah satunya di Palestina,” jelas Amran.
(Red)















