juga menambahkan upaya pengendalian bau dan peningkatan sanitasi selama proses berlangsung guna mengurangi potensi gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
“Penanganan sampah kami jalankan secara terukur dan berkelanjutan, tidak secara acak. Selain pengangkutan, kami juga memperhatikan aspek sanitasi agar dampak lingkungan bisa ditekan,” kata Asep.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengakui bahwa penumpukan sampah sempat menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga. Oleh sebab itu, seluruh perangkat daerah terkait terus bekerja di lapangan untuk mengendalikan kondisi, sekaligus menyiapkan langkah jangka menengah dan jangka panjang dalam pengelolaan persampahan kota.
Selain upaya pemerintah, partisipasi masyarakat juga menjadi perhatian utama. Pemerintah kota mengimbau warga agar mulai menerapkan pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumber rumah tangga sehingga volume sampah yang terangkut dapat berkurang.
Pengangkutan sampah secara bertahap akan terus berlangsung hingga kondisi kebersihan kota kembali normal. Pemerintah Kota Tangerang Selatan menegaskan komitmen untuk menjaga layanan kebersihan tetap berjalan optimal selama masa transisi penanganan persampahan.
(Jar Kasih/Red)















