Tangerang, HALOBANTEN.COM – Selama libur Idul Fitri 1446 H/2025, sejumlah tempat wisata di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota mengalami lonjakan pengunjung.
Pantai Tanjung Pasir di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, dan Pantai Aloha di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK2) menjadi destinasi favorit wisatawan.
Dalam upaya menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, Kapolres Metro Tangerang Kota, Komisaris Besar Polisi Zain Dwi Nugroho, melakukan pemantauan langsung, Sabtu (5/4/2025).
Selain memantau, ia juga memberikan imbauan dan edukasi kepada para pengunjung, terutama yang membawa anak-anak, agar selalu berhati-hati dan waspada.
Di Pantai Tanjung Pasir, Zain menekankan pentingnya mematuhi aturan keselamatan, termasuk memastikan semua penumpang kapal mengenakan jaket pelampung.
Melalui pengeras suara, petugas terus mengingatkan nakhoda kapal untuk tidak melebihi kapasitas penumpang.
Pengunjung yang naik kapal di Pantai Tanjung Pasir Teluknaga mayoritas akan menyeberang menuju lokasi wisata Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu.
Karena itulah petugas menghimbau agar mereka mengenakan rompi pelampung saat menyeberangi lautan menuju lokasi wisata Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu.
“Di lokasi wisata yang ramai, kami mendirikan pos pengamanan dengan personel gabungan dan melakukan patroli,” kata Zain.
Petugas terus memberikan imbauan dan edukasi terkait keselamatan melalui pengeras suara.
Sebelum libur Lebaran, Polres Metro Tangerang Kota telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.
Koordinasi ini bertujuan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan dan melibatkan relawan serta mitra kepolisian.
“Antisipasi ini dilakukan secara kolaboratif dan melalui komunikasi intensif dengan semua pihak terkait,” tambahnya.
Pengunjung Abaikan Himbauan Polisi
Pantauan halobanten.com di lokasi, sebagian besar pengunjung Pantai Tanjung Pasir Teluknaga Kabupaten Tangerang tampak mengabaikan himbauan pihak kepolisian.
Mereka enggan mengenakan rompi pelampung setelah berada di atas kapal.
Selain itu, jumlah rompi pelampung yang disediakan pihak nakhoda dan petugas awak kapal tidak sesuai dengan jumlah penumpang kapal.
“Jumlah penumpang kapal rata-rata sekitar 70 untuk ukuran sedang dan 100 orang untuk ukuran besar, sementara jumlah rompi pelampung hanya sekitar 30 sampai 50 lembar saja,” tutur Sugandi, salah satu penumpang kapal asal Panongan Tangerang.
Hal yang sama juga terlihat dari kapal yang tiba dari Pulau Untung Jawa.
Tampak para penumpangnya tidak ada satupun yang mengenakan jaket atau rompi pelampung.
(Jek/Red)















