Tangerang, HALOBANTEN.COM – Wali Kota Tangerang Sachrudin menyoroti pendidikan, lapangan kerja, pangan, kesehatan, dan pengelolaan sampah.
Menurut Sachrudin, pemerintah harus menghadirkan manfaat nyata melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin upacara di Lapangan Ahmad Yani, Sukarasa, Tangerang, Senin, 17 Agustus 2026.
Sachrudin mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara langsung.
“Jika dahulu mereka berjuang dengan bambu runcing dan keberanian, kini kita berjuang dengan ilmu,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, masyarakat kini perlu menghadapi tantangan melalui ilmu, karya, inovasi, integritas, dan gotong royong.
Pendidikan dan Lapangan Kerja Jadi Perhatian
Sachrudin menyebut Pemkot Tangerang terus memperluas akses pendidikan melalui program Gampang Sekolah.
Program tersebut melibatkan sekolah swasta untuk memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak Kota Tangerang.
“Langkah ini penting untuk memastikan semakin banyak anak Kota Tangerang mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan yang layak,” katanya.
Sementara itu, Pemkot Tangerang menjalankan program Gampang Kerja untuk memperkuat kesempatan kerja masyarakat.
Program tersebut mencakup pelatihan Balai Latihan Kerja, kerja sama pendidikan dan industri, serta on the job training.
Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan wirausaha muda untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Pemkot Tangerang juga menggelar job fair dengan menyediakan sekitar 15 ribu lowongan pekerjaan.
Pemerintah menggandeng berbagai perusahaan untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Di sektor pangan, program Gampang Sembako dan Gerakan Pangan Murah terus berjalan.
Program tersebut membantu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Selain itu, pemerintah terus memperkuat pelayanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan yang hadir di tengah masyarakat.
Banjir, Kemacetan, dan Sampah Masih Jadi Tantangan
Sachrudin menegaskan, pembangunan Kota Tangerang tidak hanya mengejar capaian fisik.
Pemerintah juga memperkuat perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kualitas sumber daya manusia.
Namun, Sachrudin mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.
Persoalan tersebut antara lain banjir, kemacetan, dan pengelolaan sampah.
“Perjuangan belum selesai. Mari kita terus memperkokoh persatuan dan gotong royong,” tegasnya.
Sachrudin juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang ikut mendukung pembangunan Kota Tangerang.
Menurutnya, pemerintah membutuhkan kolaborasi masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh agama, pers, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan.
Ia menilai berbagai capaian Kota Tangerang merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak.
Salah satunya, Kota Tangerang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
Kota Tangerang berhasil mempertahankan opini WTP tersebut untuk ke-19 kalinya secara berturut-turut.
“Semangat kebersamaan inilah yang harus terus kita jaga dengan saling menguatkan dalam setiap langkah,” pungkas Sachrudin.
(LIF)

























