Setu, HALOBANTEN.COM – Rizki Gunawan (14), seorang santri Pondok Pesantren Riyadul Ihsan, jadi korban pembacokan oleh tiga pria misterius di Kampung Koceak RT.006/02 Kelurahan Keranggan Kecamatan Setu Tangerang Selatan Banten, Rabu (29/11/2023) dini hari.
Korban alami luka serius akibat terkena sabetan senjata tajam lantaran berusaha melawan pelaku.
Ketua RW 002 Nasrulloh mengatakan, kejadian berawal saat korban sedang duduk sendirian di warung Nursopi yang sudah tutup sambil main Handphone android menggunakan WIFI sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Tiba-tiba dari arah Jalan Keranggan datang tiga orang pelaku mengendarai sepeda motor. Lalu dua dari tiga pelaku menghampiri korban. Salah satu pelaku pura-pura menanyai korban. Pelaku kedua duduk di motor. Sedangkan satu pelaku lagi merebut Handphone android milik korban.
Melihat Hp nya diambil pelaku, korban pun melawan dan berusaha mengambil Hp miliknya. Namun dua pelaku tersebut malah menyerang korban. Korban dipukuli oleh dua pelaku.
Lalu, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis golok dan menghujamkannya ke kepala korban.
Akibatnya, korban alami luka cukup parah di kepala bagian depan. Di saat itulah korban berteriak meminta tolong. Warga yang mendengar teriakan korban pun bergegas keluar dari rumah mereka menuju lokasi kejadian.
“Saya baru mau masuk rumah kaget mendengar teriakan korban dan buru-buru berlari menghampiri korban, kebetulan lokasi kejadian berada tidak jauh dari rumah saya,” kata RW Nasrulloh kepada halobanten.com.
Melihat warga berdatangan, tiga pelaku langsung kabur menggunakan motor menuju arah Momonggor.
Menurut keterangan korban, pelaku menggunakan motor Mio warna biru. Pelaku memakai sweater dan cubluk,” terang Nasrulloh.
Melihat korban terluka parah dan darah berceceran, warga langsung melarikannya ke Puskesmas Keranggan. Namun pihak Puskesmas tidak sanggup menanganinya dan merujuk korban ke RS Hermina Serpong.
“Alhamdulillah korban berhasil diselamatkan,” tuturnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Riyadul Ihsan, Ustadz Rohmatulloh mengatakan, usai menjalani penanganan medis di RS Hermina, korban langsung dibawa keluarganya ke kampung halamannya di Kabupaten Pandeglang Banten.
“Sudah langsung dibawa oleh keluarganya untuk dirawat di sana (Pandeglang, Red),” kata Rohmat, Kamis (30/11/2023).
(Red)
























