Serang, HALOBANTEN.COM – Sejumlah wartawan mengalami penganiayaan saat meliput kegiatan inspeksi mendadak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di PT Genesis Regeneration Smelting, Kabupaten Serang. Insiden ini melibatkan oknum satpam perusahaan, anggota Brimob, dan individu lain.
Awalnya, rombongan KLH mengundang beberapa wartawan untuk meliput sidak di PT Genesis Regeneration Smelting.
Namun, sesampainya di lokasi, pihak keamanan perusahaan serta individu lain menghalangi mereka masuk, menyebabkan ketegangan.
Rasyid Sidik, seorang wartawan dari BantenNews.co.id, menjelaskan bahwa pihak keamanan mungkin tidak ingin perusahaan mendapatkan sorotan media.
Ketegangan berlanjut bahkan setelah seorang deputi kementerian tiba. Para wartawan masih tidak bisa mengambil gambar atau meminta keterangan.
Staf humas kementerian mencoba bernegosiasi, tetapi tidak berhasil. Mengetahui situasi itu, deputi kementerian akhirnya memaksa pihak keamanan untuk mengizinkan semua wartawan masuk.
Setelah masuk, rombongan kementerian dan para wartawan memulai sidak. Di dalam area pabrik, deputi Kementerian Lingkungan Hidup memberikan teguran langsung kepada petugas keamanan dan oknum lain yang menghalangi.
Insiden penganiayaan terjadi hanya beberapa saat setelah rombongan kementerian meninggalkan lokasi.
Para wartawan yang juga bersiap-siap pergi tiba-tiba mengalami penyerangan secara membabi buta oleh oknum Brimob, satpam perusahaan, anggota ormas, dan karyawan.
Melapor ke Polsek
Rasyid Sidik berhasil melarikan diri dan merekam aksi penyerangan itu menggunakan kamera amatir.
Ia menuju ke Polsek Jawilan untuk melapor. Wartawan lain, Hendi, mengaku mengalami intimidasi dan sempat disandera sebelum berhasil menyelamatkan diri.
Korban penganiayaan lainnya, Rifki dari Tribun Banten, mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Rifki berencana melakukan visum sebagai bukti untuk laporan kepada pihak berwajib.
Menanggapi kejadian ini, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Serang, Ajun Komisaris Andy Kylurniadi, memastikan pihaknya langsung menuju ke lokasi untuk mengecek keadaan.
Kronologi Kejadian
1. Insiden ini bermula ketika para wartawan menemani rombongan Kementerian Lingkungan Hidup untuk meliput penyegelan pabrik.
2. Rombongan Kementerian Lingkungan Hidup mengundang delapan wartawan untuk meliput kegiatan inspeksi mendadak (sidak) di PT Genesis Regeneration Smelting. Namun, sesampainya di lokasi, para wartawan mendapat halangan dari pihak keamanan perusahaan dan sejumlah individu lain. Mereka tidak mengizinkan wartawan masuk untuk meliput.
2. Negosiasi dan Masuk Paksa: Ketegangan terus berlanjut bahkan setelah seorang deputi dari kementerian tiba. Pihak keamanan tetap menolak para wartawan masuk. Staf humas kementerian mencoba bernegosiasi, tetapi tidak berhasil. Akhirnya, sang deputi mendapat laporan tentang ketegangan itu dan memaksa pihak keamanan untuk memberikan akses bagi semua wartawan yang menunggu di depan.
3. Teguran Keras di Dalam Lokasi: Setelah diperbolehkan masuk, rombongan kementerian dan para wartawan memulai sidak. Di dalam pabrik, deputi Kementerian Lingkungan Hidup memberikan teguran keras kepada dua oknum Brimob, sejumlah anggota ormas, dan pihak keamanan perusahaan atas sikap mereka yang menghalangi.
4. Serangan Mendadak Pasca-Sidak: Setelah rombongan kementerian selesai dan meninggalkan lokasi, para wartawan yang juga bersiap-siap pergi tiba-tiba diserang secara membabi buta. Pelaku penyerangan penganiayaan itu diduga adalah oknum Brimob, satpam perusahaan, anggota ormas, dan karyawan. Salah satu korban, Rasyid Sidik, berhasil melarikan diri dan merekam kejadian itu. Wartawan lain bernama Rifki mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.
5. Tindakan Korban dan Kepolisian: Setelah menyelamatkan diri, Rasyid Sidik menuju ke Polsek Jawilan untuk melaporkan kejadian. Wartawan lain, Hendi, mengalami intimidasi dan sempat disandera sebelum berhasil kabur. Sementara itu, Rifki mengalami luka di sekujur tubuh dan berencana melakukan visum sebagai bukti untuk laporan kepolisian. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Serang, Ajun Komisaris Andy Kylurniadi, memastikan pihaknya telah menuju lokasi untuk memeriksa situasi.
(Jek/Red/HBN)















