Soegianto juga menjelaskan, DRP Paris telah di kenal luas pecinta trend streetwear internasional, berlangsung di tengah masa penyelenggaraan Paris Fashion Week, yang tahun lalu bertempat di Jardin des Tuileries, Paris.
Festival Jadi Titik Berkumpulnya komunitas Buadaya
Lebih jauh ia mengatakan, Festival ini menjadi titik kumpul komunitas dan pelaku utama budaya urban dan street culture di Perancis, menampilkan busana streetwear, sneakers, live music, pertunjukan skateboard, dan street food.
Lebih dari sekedar perayaan, DRP juga memegang teguh filosofi Drop Culture, yaitu gerakan menentang fast fashion dengan merilis produk dalam jumlah terbatas dan pada periode tertentu.
Sementara itu, Advisor JF3, Thresia Mareta menuturkan, brand mode dari Perancis bukan hal yang mudah, karena Perancis merupakan ekosistem mode yang sangat maju dan di kenal memiliki standar yang tinggi.
karenanya, kata dia,.pihaknya merasa bangga dan terhormat ketika Indonesia melalui JF3 terpilih dan di percaya sebagai lokasi pertama di luar Prancis untuk menjadi tuan rumah DRP.
“Brand Prancis yang terpilih untuk hadir di DRP Jakarta saat ini sedang populer dan sangat di minati kaum muda,” paparnya.















