Setu, HALOBANTEN.COM – Tiga Fraksi di DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta pemerintah kota segera mengambil tindakan serius seiring dengan banyaknya pekerja yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ketiga fraksi yang mengangkat isu PHK ribuan buruh adalah Fraksi Golkar, Fraksi Demokrat, dan Fraksi PSI.
Juru bicara fraksi Golkar DPRD Kota Tangsel Robert Usman mengatakan, proyeksi tingkat pengangguran di Kota Tangsel dipatok sebesar 5,67 persen hingga 5,87 persen.
Menurut dia, ribuan pekerja yang terkena PHK akan berdampak pada peningkatan angka pengangguran di Kota Tangsel.
“Kami berharap Pemerintah Kota Tangsel mengambil langkah-langkah strategis agar program hubungan industrial dan ketenagakerjaan dapat terlaksana secara maksimal,” kata Robert Usman saat rapat paripurna dalam rangka Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Penyampaian Pengantar Nota Keuangan tentang Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 Masa Sidang III Tahun 2022/2023, Senin (16/10/2023).
Hal serupa juga disampaikan Christian, anggota Fraksi PSI DPRD Kota Tangsel. Untuk memberikan gambaran umum, PSI meminta Pemerintah Kota Tangsel mengantisipasi badai PHK yang mungkin terjadi pada tahun 2024.
Menurut dia, hal tersebut disebabkan kondisi perekonomian saat ini sedang berada dalam situasi yang tidak menentu.
Gelombang pemutusan hubungan kerja ini terjadi di berbagai lini usaha, termasuk pendidikan, kesehatan dan sektor swasta.
“Kami berharap Pemkot Tangsel sudah menyiapkan rencana untuk mengantisipasi gelombang PHK pada tahun 2024,” ujarnya.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie memastikan pihaknya akan segera mempertimbangkan seluruh pandangan umum dari setiap fraksi di DPRD Kota Tangsel.
“Dipastikan seluruh pandangan umum fraksi-fraksi akan dibahas dan disampaikan dalam rapat paripurna tanggapan Walikota dalam beberapa hari mendatang,” kata Benyamin.
Sebagai informasi, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangsel mencatat sedikitnya 4.500 pekerja terkena PHK sepanjang Januari hingga September 2023.
Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel, Yahya Sutaemi, mengatakan ada ratusan perusahaan di Tangsel telah memberhentikan ribuan pekerjanya.
Laporan yang diterima menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan memberhentikan karyawannya dengan alasan efisiensi akibat dampak global baru-baru ini.
Ia mengungkapkan, pihaknya memperkirakan gelombang PHK akan berlangsung hingga akhir tahun 2023. “Saya perkirakan gelombang ini akan terus bertambah hingga akhir tahun,” jelas Yahya. (Red)















