Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Tradisi bakar jagung saat malam pergantian tahun kembali mendorong lonjakan permintaan jagung di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.
Para pedagang melaporkan peningkatan penjualan hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
Yogy, (29) seorang pedagang jagung di pasar tersebut, mengungkapkan, pembeli sekarang jauh lebih banyak.
“Kalau biasanya saya hanya menjual satu karung jagung, sekarang bisa sampai 35 karung dalam sehari,” kata Yogy.
Seiring dengan meningkatnya permintaan, harga jagung pun ikut meroket.
Jagung yang biasanya dijual dengan harga Rp3.000 per buah kini naik menjadi Rp4.000, bahkan untuk kualitas premium bisa mencapai Rp5.000 per buah.
Yogy memprediksi harga masih akan terus naik hingga malam tahun baru, mencapai Rp6.000 hingga Rp7.000 per buah.
“Kenaikan harga ini karena banyak faktor, salah satunya adalah tingginya permintaan. Selain itu, biaya transportasi dari pemasok juga ikut naik,” tambah Yogy.
Untuk memenuhi lonjakan permintaan, para pedagang jagung di Pasar Ciputat mendatangkan pasokan dari berbagai daerah, seperti Keramat Jati dan langsung dari perkebunan.
Namun, Yogy khawatir jika permintaan terus meningkat tajam, pasokan jagung bisa terbatas.
Jagung menjadi pilihan favorit masyarakat untuk merayakan tahun baru karena harganya yang relatif terjangkau dibandingkan dengan bahan makanan lainnya.
Selain itu, jagung juga mudah diolah dan memiliki rasa yang lezat saat dibakar.
Menanggapi lonjakan permintaan jagung ini, pemerintah daerah setempat belum memberikan keterangan resmi.
Namun, diharapkan pemerintah dapat melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan jagung di pasaran.
Reporter : Alif Azhar
Editor : Jarkasih















