Jabar, HALOBANTEN.COM – Bulan Dzulhijjah 2025 sudah didepan mata, pertanyaan seputar ibadah sunnah kembali mencuat. Salah satu yang paling banyak dibahas adalah, apakah boleh menggabungkan niat puasa Dzulhijjah dengan puasa Kamis?
Mengingat puasa Dzulhijjah di hari kedua pada tahun ini akan bertepatan dengan hari Kamis, banyak umat Islam mencari tahu hukumnya.
Bulan Dzulhijjah, khususnya sepuluh hari pertamanya, adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Mulai dari membaca Al-Qur’an, bersedekah, shalat sunnah, hingga berpuasa. Puasa Dzulhijjah sendiri dilakukan selama sembilan hari, termasuk puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Arafah (9 Dzulhijjah) yang sangat dianjurkan.
Puasa Dzulhijjah memiliki keutamaan khusus di bulan tersebut, sementara puasa Kamis adalah sunnah rutin yang dilakukan Rasulullah SAW setiap pekannya. Keduanya adalah ibadah sunnah yang sangat baik, namun memiliki waktu pelaksanaan yang berbeda. Puasa Dzulhijjah terbatas pada bulan Dzulhijjah, sementara puasa Kamis bisa dilakukan setiap pekan.
Lantas, bagaimana hukumnya jika dua niat puasa sunnah ini digabungkan?
Dua Pandangan Ulama: Sah atau Tidak?
Mengenai penggabungan niat puasa sunnah, para ulama memiliki dua pandangan yang berbeda. Penjelasan ini diambil dari sumber terpercaya, NU Online:
1. Pendapat yang Tidak Memperbolehkan:
Imam al-Qaffal, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab al-Asybah wan Nadhair, berpendapat bahwa menggabungkan dua niat sunnah secara bersamaan adalah tidak sah. Artinya, jika Anda berniat puasa Dzulhijjah sekaligus puasa Kamis, menurut pandangan ini, kedua puasa tersebut tidak dihitung sah.
2. Pendapat yang Memperbolehkan (dengan Pembantahan):
Namun, pendapat Imam al-Qaffal ini memiliki bantahan kuat. Sebagai contoh, ada kasus di mana niat mandi sunnah untuk shalat Jumat dan mandi sunnah hari raya dianggap sah dikerjakan secara bersamaan. Ini menunjukkan bahwa dalam beberapa kondisi, penggabungan dua niat sunnah bisa diperbolehkan.
Dengan adanya perbedaan pendapat ini, penting bagi umat Islam untuk memahami lebih lanjut dan mengambil keputusan berdasarkan keyakinan dan referensi yang paling diyakini.
Apakah Anda sudah mempersiapkan diri untuk menyambut Dzulhijjah 2025? (*/bbs)















