Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) terus melanjutkan upaya revitalisasi wajah kota.
Kali ini, proyek tersebut menyasar revitalisasi pedestrian Ciater, dengan tujuan menciptakan fasilitas publik yang lebih nyaman, modern, dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Kepala Bidang Drainase dan Pedestrian DSDABMBK Kota Tangsel, Saflinawati, menyebutkan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya.
“Desain trotoar atau pedestrian di kawasan Ciater tetap mengutamakan kenyamanan para pejalan kaki. Kami juga menyediakan jalur khusus untuk disabilitas dan area penghijauan, sambil menambah nilai estetika,” ujarnya.
Telan Anggaran Rp7 Miliar
Proyek revitalisasi ini mencakup jalur sepanjang sekitar 1 kilometer dengan lebar bervariasi antara 3 hingga 4 meter. Dengan alokasi anggaran sekitar Rp7 miliar, trotoar Ciater diharapkan menjadi ruang publik yang benar-benar fungsional dan berkelanjutan.
Untuk menjaga kualitas dan kelestarian fasilitas ini, DSDABMBK Kota Tangsel akan berkolaborasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan masyarakat setempat.
“Dinas SDABMBK bekerja sama dengan Satpol PP untuk penertiban dan juga dengan masyarakat sekitar agar fasilitas ini dapat tetap memberikan kenyamanan sesuai fungsinya,” kata Saflinawati.
Saflinawati juga mengingatkan warga agar menggunakan pedestrian sesuai peruntukannya. Trotoar tidak boleh digunakan sebagai area parkir, lintasan kendaraan bermotor, tempat berjualan, atau dimodifikasi secara ilegal.
“Trotoar ini milik kita bersama, mari kita rawat dan jaga kebersihan serta fasilitas yang ada,” tambahnya.
Upaya Pemkot Tangsel ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Roby Anas (45), seorang warga Ciater, menyampaikan apresiasinya terhadap proyek ini, terutama karena konsepnya yang memprioritaskan kenyamanan pejalan kaki dan penyandang disabilitas.
“Pembangunan trotoar dan pedestrian ini sangat bagus. Jalurnya lebih luas dari sebelumnya, sehingga pejalan kaki dan disabilitas bisa lebih nyaman melintasinya,” tutur Roby.
Namun, Roby juga menekankan bahwa setelah pembangunan selesai, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawatnya. Ia berharap fasilitas ini tidak beralih fungsi menjadi area parkir atau tempat berjualan yang dapat menghambat mobilitas pejalan kaki.
Salimah (38), warga lainnya menyambut baik perbaikan dan perluasan trotoar di Ciater. Menurutnya, saat ini banyak pejalan kaki yang kesulitan menemukan jalan yang nyaman karena banyak trotoar yang alih fungsi.
“Banyak trotoar yang saya lihat dipakai untuk menjajakan barang dagangan dan parkir kendaraan. Jadi, pejalan kaki susah kalau mau lewat,” ungkapnya. (**)















