News » TANGERANG RAYA » TANGERANG RAYA

Pemkot Tangsel Dorong Peran Aktif Warga Lewat Bank Sampah dan TPS3R di Musrenbang

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel), Banten, menegaskan pentingnya penanganan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan. Pesan tersebut Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan sampaikan dalam Musrenbang Kelurahan Lengkong Karya, Senin (19/1/2026).

Pilar menyampaikan sejumlah arahan kepada peserta Musrenbang, terutama terkait pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat, tokoh lingkungan, serta lembaga kemasyarakatan. Ia menilai persoalan sampah perlu perhatian bersama agar pengelolaannya berjalan berkelanjutan.

Menurut Pilar, langkah penanganan sampah dapat mulai dari tingkat lingkungan melalui penguatan bank sampah, TPS3R, pembuatan lubang biopori, penyediaan tempat sampah, serta pemilahan sampah rumah tangga. Ia menilai kebiasaan tersebut perlu pembiasaan agar masyarakat Tangerang Selatan terbiasa mengelola sampah sejak sumbernya.

BACA JUGA

Selain isu persampahan, Musrenbang juga menjadi wadah penyampaian berbagai usulan pembangunan dari masyarakat. Pilar menyebut seluruh usulan akan melalui proses penyesuaian dengan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Ia mencontohkan sejumlah program prioritas seperti penanganan genangan air melalui pembangunan drainase, betonisasi jalan, serta peningkatan penerangan jalan umum melalui program Tangsel Terang. Pilar menyebut beberapa program infrastruktur telah berjalan dan tetap terbuka terhadap masukan warga.

Secara umum, Pilar menilai Musrenbang tersebut berlangsung kondusif tanpa persoalan mendesak. Namun, ia memperkirakan berbagai usulan akan terus berkembang, termasuk program pelatihan, kewirausahaan, hingga kegiatan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pilar menegaskan, setiap usulan akan melalui seleksi berdasarkan kesesuaian dengan RPJMD. Program pemberdayaan yang mendukung pelaku UMKM, industri kecil menengah, serta ekonomi kreatif menjadi prioritas karena berkontribusi langsung pada pergerakan ekonomi daerah.

Musrenbang Fokus Isu Lingkungan dan Persampahan

Pada kesempatan terpisah, Pilar Saga Ichsan juga menyampaikan pesan serupa saat menghadiri Musrenbang Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, pada hari yang sama. Ia kembali menekankan bahwa penanganan persampahan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Dalam forum tersebut, Pilar mengajak tokoh masyarakat dan lembaga kemasyarakatan untuk mendukung program satu RW satu bank sampah serta minimal satu TPS3R di setiap kelurahan. Menurutnya, Musrenbang menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Camat Setu Erwin Gemala Putra menjelaskan bahwa Musrenbang merupakan bagian dari proses perencanaan usulan masyarakat yang pelaksanaannya mengarah pada tahun anggaran 2026. Ia menyebut isu lingkungan, khususnya sampah, menjadi fokus utama dalam pembahasan.

Erwin menyampaikan bahwa kecamatan dan kelurahan mendorong kelompok masyarakat agar sebagian pagu Musrenbang dapat dialokasikan untuk penanganan sampah dari sisi hulu. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah sejak dari sumbernya.

Ia menambahkan, upaya pengelolaan sampah dapat bermula dari rumah tangga melalui pemilahan sampah organik dan non-organik, pembuatan biopori, serta pengolahan sampah skala RT dan RW. Seluruh kebutuhan tersebut dapat masuk dalam usulan Musrenbang.

Berdasarkan data kecamatan, saat ini Kecamatan Setu memiliki 50 bank sampah dan tujuh TPS3R yang tersebar di beberapa kelurahan. Namun jumlah tersebut masih belum memenuhi target satu RW satu bank sampah sebagaimana tertuang dalam surat edaran Wali Kota Tangerang Selatan.

Erwin berharap kekurangan fasilitas persampahan tersebut dapat terpenuhi melalui usulan Musrenbang maupun sumber pendanaan lain seperti Dana Kelurahan. Ia menyebut pemanfaatan Dana Kelurahan sebelumnya telah difokuskan pada pembuatan ribuan lubang biopori sebagai bagian dari penguatan penanganan sampah dari hulu.

(Alif/Jar Kasih)

BERITA LAINNYA