News » TANGERANG RAYA » TANGERANG RAYA

Kasus ISPA di Kabupaten Tangerang Berpotensi Naik Saat Kemarau

Tangerang, HALOBANTEN.COM – Kasus ISPA di Kabupaten Tangerang Banten berpotensi meningkat hingga 20 persen selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung sampai September 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah meningkatkan kewaspadaan di seluruh puskesmas untuk mengantisipasi lonjakan pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menjelaskan cuaca yang lebih kering dapat mempercepat penyebaran infeksi saluran pernapasan. Karena itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan perlu memperkuat pemantauan sejak awal.

“Selama musim kemarau, ISPA tetap menjadi penyakit yang dominan. Peningkatan kasus bisa mencapai 20 persen di seluruh puskesmas,” kata Hendra kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

BACA JUGA

Menurut Hendra, balita dan lanjut usia menjadi kelompok paling rentan mengalami komplikasi akibat infeksi saluran pernapasan. Jika penanganan terlambat, penyakit tersebut dapat berkembang menjadi pneumonia.

Balita memiliki risiko kesakitan dan kematian yang lebih tinggi saat mengalami ISPA. Sementara itu, lansia juga rentan mengalami kondisi serupa karena daya tahan tubuh menurun.

Untuk menekan risiko tersebut, Dinas Kesehatan memperkuat layanan kesehatan dasar hingga tingkat Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu. Langkah ini bertujuan mempercepat penemuan kasus sejak muncul gejala awal.

Selain itu, Kasus ISPA Kabupaten Tangerang menjadi perhatian utama petugas kesehatan selama musim kemarau. Setiap puskesmas dan Posyandu akan meningkatkan pemantauan terhadap kelompok rentan.

Petugas kesehatan akan memeriksa balita yang datang dengan keluhan batuk, pilek, demam, maupun gangguan kesehatan lainnya. Selanjutnya, petugas menentukan perkembangan penyakit melalui pemeriksaan lanjutan.

“Petugas akan mengidentifikasi setiap keluhan balita. Kami memastikan kondisi tersebut masih berupa ISPA atau sudah berkembang menjadi bronkopneumonia maupun pneumonia,” ujar Hendra.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, memakai masker saat kualitas udara menurun, serta segera memeriksakan anggota keluarga yang mengalami gejala ISPA. Langkah cepat tersebut dapat membantu mencegah komplikasi, terutama pada balita dan lansia.

(JAR)

BERITA LAINNYA