CISAUK, HALOBANTEN – Fenomena berbahaya berupa pelajar yang menghadang kendaraan, terutama truk, untuk meminta tumpangan semakin mengkhawatirkan di berbagai daerah. Di Cisauk, Kabupaten Tangerang, praktik ini menjadi pemandangan yang cukup sering terjadi, Rabu (16/4/2025).
Para pengemudi truk mengungkapkan keresahan dan kekhawatiran mereka terhadap tindakan para siswa yang tanpa ragu menghentikan laju kendaraan besar di tengah jalan demi mendapatkan tumpangan gratis. Banyak dari sopir yang memilih untuk menolak permintaan tersebut demi menjaga keselamatan bersama.
“Ya, sering sekali anak-anak itu mencegat mobil bak terbuka. Saya juga seringkali diadang, tapi langsung saya tolak dan jalan saja,” ungkap Firman kepada awak media.
Menurut Firman, para pelajar biasanya menunggu di sekitar warung atau tempat istirahat para sopir. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk meminta tumpangan, yang tentu saja menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengemudi.
“Kadang kalau lagi minum kopi, banyak anak-anak yang menunggu untuk minta tumpangan. Saya selalu menolak karena ini berbahaya. Kalau ada polisi, saya juga yang akan repot,” jelasnya.
Firman juga menyoroti bahwa aksi menghentikan kendaraan ini paling sering terjadi pada jam-jam usai sekolah. Situasi ini semakin meningkatkan risiko di jalan raya, terutama bagi kendaraan berukuran besar seperti truk.
“Di Cisauk ini sering terjadi, apalagi saat jam pulang sekolah. Pasti ada saja beberapa anak yang memberhentikan mobil,” katanya.
Lebih lanjut, Firman menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi niat buruk dari sebagian pelajar yang melakukan aksi tersebut, seperti kemungkinan terlibat dalam tawuran atau tindakan meresahkan lainnya.
“Saya juga khawatir kalau mereka mau tawuran, makanya saya tidak mau memberikan tumpangan,” tuturnya.
Ia berharap agar pihak-pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap perilaku berbahaya para pelajar ini. Firman menekankan bahwa keselamatan di jalan raya adalah prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.
“Harapan saya, anak-anak itu jangan lagi memberhentikan mobil sembarangan. Saya takutnya sopir tidak sempat mengerem,” pungkasnya. (Alif/nasir)















