Banjir Kembali Genangi Rumah Warga Cipondoh Kota Tangerang

Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Hujan deras yang terjadi sejak Sabtu hingga Minggu siang (6-7/7) mengakibatkan ratusan rumah di Kampung Cantiga, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, terendam banjir.

Akibatnya, puluhan warga mengungsi ke rumah pemotongan hewan (RPH) karena rumah mereka terendam banjir hingga mencapai 100 Centimeter.

“Ya, ada sekitar 100 rumah yang terendam banjir, terutama di RT 02/RW 06,” kata budi warga setempat.

BACA JUGA

Budi menjelaskan, hampir setiap hujan deras, pemukiman tersebut sering terendam banjir karena luapan kali Angke. 

“Air mulai masuk ke pemukiman warga sejak Sabtu siang,” ujarnya.

Karena hujan turun terus menerus, tambahnya, air semakin naik hingga menggenangi rumah warga.

Di konfirmasi masalah tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Gufron Falfeli mengatakan, air menggenangi rumah warga karena luapan dari kali Angke 

“Ada beberapa wilayah yang tergenang. paling parah di Kecamatan Cipondoh,” paparnya.

Namun begitu, katanya, pihaknya sudah menurunkan puluhan personil dan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

” Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca selama satu minggu ini dan mengantisipasi hujan di hulu,” tandasnya.

Sementara itu Penjabat (Pj) wali Kota Tangerang, Nurdin mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lokasi terdampak banjir.

“Kami sudah meninjau pos pengungsian yang memang rutin tergenang air saat terjadi luapan Kali Angke. Ada tiga RW yang terdampak genangan saat ini,” ungkapnya.

Pemkot Distribusikan Makanan

Selain itu, sambungnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang sudah mendistribusikan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, seperti suplai makanan, air bersih, dan obat-obatan,” tandasnya.

Ia  juga menekankan kesiapsiagaan tim Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam menangani situasi darurat ini.

“Penanganan jangka pendek untuk pengungsi sudah kami pastikan. Untuk jangka panjang, perlu dilakukan koordinasi dan diskusi dengan berbagai pihak terkait,” tandasnya.

Koordinasi tersebut, imbuhnya akan dilakukan dengan pemerintah pusat, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Pemprov DKI Jakarta, dan pihak-pihak terkait lainnya. 

Tujuannya, kata Nurdin, untuk mencari solusi permanen dalam mengatasi luapan Kali Angke yang berulang kali terjadi.

“Kami akan kaji dan diskusikan bersama untuk mencari solusi terbaik dalam menangani luapan Kali Angke ini,” ucapnya.(Cak)

BERITA LAINNYA