Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Sengketa terkait lahan BMKG di Kelurahan Pondok Betung, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, kembali memanas.
Seorang wanita bernama Komariah, yang mengaku sebagai ahli waris, muncul ke publik dan memberikan pernyataan bahwa dirinya adalah salah satu pemilik sah atas lahan tersebut.
Ia pun membenarkan bahwa dirinya yang meminta Ormas GRIB Jaya menjaga lokasi tersebut agar tidak dikuasai oleh BMKG.
“Saya ahli waris ke-6 dari ayah saya. Masih banyak ahli waris lain, saya hanya mewakili,” ujar Komariah saat diwawancarai oleh GRIB TV pada Jumat (23/5/2025).
Menurut Komariah, konflik atas lahan BMKG ini sudah berlangsung sejak tahun 1972.
Ia menyebut lahannya pernah dipagar kawat berduri dengan janji akan dibayar, namun sampai saat ini klaimnya belum dipenuhi.
“Katanya sudah dibayar, tapi kami tidak pernah menerima,” jelasnya.
Lahan itu, sambung Komariah, pernah digusur tanpa proses hukum yang jelas.
“Digusur tahun 2002 atau 2003. Tidak ada surat pengadilan, langsung datang tentara,” ujarnya.
Lantaran merasa tidak mendapatkan keadilan, lalu Komariah mencari bantuan dari Ormas GRIB Jaya.
“Saya memang minta GRIB bantu jaga lahan BMKG itu. Daripada dibangun, sementara kami belum menerima pembayaran. Saya cuma minta tolong dijaga, bukan untuk diduduki secara permanen,” katanya.
Sementara, soal isu tuduhan adanya permintaan uang Rp5 miliar dari GRIB Jaya kepada BMKG, Komariah mengaku tidak mengetahui apa-apa.
“Saya baru tahu dari berita, tidak pernah dengar soal itu,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Hukum dan Advokasi GRIB Jaya, Wilson Colling, menolak tudingan terkait permintaan uang Rp5 miliar.
Ia menyatakan bahwa angka tersebut tidak pernah dibicarakan dalam komunikasi dengan BMKG.
“Isu soal angka Rp5 miliar itu tidak benar dan tidak pernah diklarifikasi sebelum diberitakan. Tidak ada negosiasi uang seperti yang diberitakan,” tegas Wilson.
Hingga saat ini, konflik atas lahan BMKG masih bergulir tanpa titik terang. Kedua pihak bersikukuh pada klaim masing-masing, dan proses hukum pun terus berjalan.
(Jek/Red)















