Setu, HALOBANTEN.COM – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, beberkan capaian Pemkot di Sidang Paripurna HUT Ke-14 Tangerang Selatan.
Sidang Paripurna berlangsung di Gedung DPRD Kota Tangerang Selatan Kecamatan Setu, Sabtu (26/11/2022).
Benyamin mengatakan di momen HUT ke-14 Tangsel dapat menjadi refleksi serta renungan apa yang telah Pemkot kerjakan.
Refleksi serta renungan juga terhadap hal-hal apa saja yang harus Pemkot Tangsel lakukan ke depannya.
Hal itu untuk mewujudkan visi Tangsel Unggul Menuju Kota Lestari, Saling Terkoneksi, Efisien dan Efektif.
Ini Dia Capaian Pemkot Tangsel
Benyamin memaparkan berbagai program yang telah berjalan dalam mencapai visi tersebut.
Mulai dari Sumber Daya Manusia Unggul, terealisasi melalui pembangunan 6 gedung SD, 2 gedung SMP, 2 gedung TK Pembina Negeri.
Lalu, rehabilitasi terhadap 48 gedung SD, 11 gedung SMP.
Pemberian beasiswa kepada 2.500 siswa, insentif kepada 3.600 guru, pemberian Bosda kepada 77.852 siswa sekolah dasar, dan 24.582 siswa SMP.
Tak hanya itu, penyediaan Universal Health Coverage yang sudah mencapai 98,4 persen dari masyarakat Tangsel.
Belum lagi soal mantri keliling atau program ngider sehat yang banyak mendapat apresiasi masyarakat.
“Ngider sehat di 54 kelurahan dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan,” katanya.
Di bidang infrastruktur yang saling terkoneksi, terealisasi melalui pembebasan lahan untuk jalan Bhayangkara dan Rawa Buntu.
Bangunan jalan kota dengan total panjang 7,63 Km dan jalan lingkungan dengan 166,20 Km
Pembangunan 4 titik jembatan, drainase dengan total panjang 94,54 Km, pembangunan 3 titik kolam retensi dengan total luas 2.609 meter persegi.
Program penanganan banjir juga Pemkot lakukan mulai dari pembangunan turap dan tanggul beton dengan total panjang 8.764 meter.
“Lalu ada Tangsel Terang dengan total 600 titik, dan akan ditambahkan 8.000 titik di tahun 2023,” ujarnya.
Sementara, dalam penjabaran menuju Kota Lestari, hal itu terealisasi melalui penataan kawasan kumuh dengan total 9,33 hektar.
Kemudian kerja sama pengelolaan sampah, rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak 200 unit, sanitasi dan air minum.
Kemudian pembangunan alun-alun di Kecamatan Pamulang sebagai sarana interaksi warga,” kata Benyamin.
Di sektor ekonomi kreatif, dengan melakukan penyelesaian pembangunan gedung galeri koperasi dan UMKM sebagai infrastruktur pendukung para pelaku usaha.
Benyamin Davnie : Terima Kasih Kepada Semua Pihak
Benyamin juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kemajuan Tangerang Selatan hingga saat ini.
“Izinkan saya bersama Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan mengucapkan terima kasih kepada alim ulama, pemuka agama, tokoh masyarakat, pendiri Tangerang Selatan, tokoh perempuan, tokoh pemuda, insan cendekia, mahasiswa, Ormas, OKP, insan pers, serta seluruh elemen masyarakat,” jelas Benyamin.
Tanpa dukungan dari pihak tersebut segala program pembangunan tentu tidak akan berhasil.
Hal ini berkat kolaborasi dan kerja sama dalam komitmen yang kuat membangun Tangerang Selatan.
“Dan tak lupa kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD atas kerja sama, dan kemitraan yang telah terjalin baik selama ini,” tambahnya.
Pj Gubernur Banten: Kemandirian Tangsel Sudah Semakin Baik
Sementara itu, apresiasi datang dari Pj Gubernur Banten Al Muktabar.
Dia menyampaikan bahwa Tangerang Selatan tumbuh menjadi kota yang mandiri dalam pengelolaan APBD.
APBD itu salah satu instrumen fiskal daerah kalau saya lihat dari komposisi itu, sekitar 51 persen dari pendapatan asli daerah Tangsel.
“Artinya kemandirian Tangsel sudah semakin baik,” ucap Al Muktabar.
Al Muktabar juga mengapresiasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan dengan berbagai program-program yang bermanfaat untuk masyarakat.
Dia berharap mudah-mudahan ujung dari program pemerintah tersebut adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
“Jadi harus ditingkatkan lagi untuk menuju lebih baik,” kata Al Muktabar.
Untuk itu, kolaborasi dan sinergi harus terus terjalin baik dengan Pemerintah Provinsi Banten maupun daerah-daerah sekitarnya.
Hal ini untuk menyelesaikan permasalahan yang masih ada baik soal kemiskinan, stunting, gizi buruk dan pengendalian inflasi. (JEK)















