Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – SMA Al Azhar BSD menggelar Festival Ramadan 2026 bertajuk Senyum di Bawah Langit Ramadan di lapangan sekolah, Tangerang Selatan, pada Jumat (27/2/2026). Kegiatan tahunan ini melibatkan 33 panti asuhan dari berbagai wilayah dan menghadirkan penyanyi religi Haddad Alwi.
Festival yang menjadi agenda rutin OSIS tersebut berlangsung meriah dan sarat makna kebersamaan. Bahkan, jumlah panti asuhan yang berpartisipasi tahun ini melampaui target panitia sebanyak 30 lembaga.
Ratusan anak yatim mengikuti beragam perlombaan islami, mulai dari kisah nabi, dakwah, hadroh, hingga kaligrafi. Selain mengikuti lomba, mereka juga menerima santunan berupa paket sembako dan uang saku.
Kepala SMA Al Azhar BSD, H. Moch. Mukrim, menyampaikan bahwa panitia berhasil menghimpun donasi sebesar Rp247.600.000 dari para donatur. Dukungan tersebut memungkinkan panitia memperluas jangkauan penerima manfaat.
“Festival Ramadan ini merupakan program OSIS bidang Keimanan dan Ketakwaan, MPK, serta KSI. Tahun ini sebanyak 33 panti asuhan hadir dan anak-anak mengikuti berbagai lomba serta menerima santunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kehadiran Haddad Alwi tidak hanya menghadirkan hiburan religi, tetapi juga tausiyah yang memperkuat nilai kepedulian selama Ramadan.
“Tahun ini kami mengundang Haddad Alwi agar selain menghibur anak-anak yatim, juga memberikan tausiyah kepada seluruh peserta,” katanya.
Di sisi lain, Mukrim menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran karakter bagi siswa. Melalui proses penghimpunan dana hingga pengelolaan acara, siswa berlatih membangun kerja sama tim sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Ramadan 2026, Muhammad Narendra Abdurrazaq, menjelaskan bahwa tema kegiatan tahun ini menekankan semangat kebahagiaan dan berbagi. Oleh sebab itu, panitia membuka ruang partisipasi lebih luas bagi panti asuhan.
“Target awal sebanyak 30 panti asuhan, namun tahun ini mencapai 33 panti. Kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi lebih banyak anak yatim,” ungkapnya.
Selain itu, ia menambahkan bahwa seluruh peserta lomba berasal dari panti asuhan dan panitia tidak memungut biaya pendaftaran.
Pada kesempatan yang sama, Ketua BKOMS SMA Al Azhar BSD, Rini Dwi Kusuma Ningrum, menilai kegiatan tersebut efektif menumbuhkan empati siswa. Menurutnya, kolaborasi antara siswa, guru, orang tua, serta sponsor menjadi kunci kelancaran acara.
“Harapannya kegiatan ini membentuk karakter dermawan dan menumbuhkan kecintaan terhadap anak yatim,” tuturnya.
Kemudian, perwakilan Dompet Yatim dan Dhuafa menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival tersebut. Ia berharap kegiatan serupa terus berlangsung agar anak-anak panti memiliki ruang untuk mengembangkan bakat dan kepercayaan diri.
Festival Ramadan 2026 menjadi bukti bahwa aktivitas sekolah tidak semata berorientasi akademik, melainkan juga memperkuat karakter, kepedulian sosial, dan nilai keagamaan di kalangan generasi muda.
(Jar Kasih)















