“Ini merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa bagi kita. Tinggal bagaimana kita mengelola dan memanfaatkannya untuk kepentingan bersama dan keberlanjutan,” jelasnya.
Tradisi di Pesisir
Sementara itu, Dewan Pembina Forum Komunikasi Para Nelayan Bayah (Forkomba) Rafik Rahmat Taufik menyebutkan, Festival Karang Kabua 2025 mengangkat tema ‘Ngamumule Tali Paranti, Ngabengketkeun Tali Silaturahmi’. Artinya, festival berfungsi sebagai wadah mempererat tali persaudaraan antara nelayanan yang merupakan tradisi di pesisir.
“Alhamdulillah, Festival Karang Kabua memperoleh antusiasme tinggi dari masyarakat. Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2005, artinya sudah dua puluh kali kita laksanakan,” ujarnya.
Rafik berharap Festival Karang Kabua ke depan dapat dimasukkan dalam kalender resmi kegiatan tingkat Provinsi Banten. “Kami berterima kasih kepada gubernur yang telah hadir. Kami harap Festival Karang Kabua masuk dalam kalender event di Provinsi Banten,” pungkasnya.
Sebagai informasi, di kesempatan tersebut Gubernur Banten Andra Soni didampingi Ketua TP PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni. Keduanya menyaksikan sejumlah pertunjukan seni dan melepas ribuan benih ikan di muara dekat lokasi acara menggunakan perahu nelayan.
Pada pembukaan Festival Karang Kabua, Andra Soni juga melakukan ngecrik atau melempar jala ikan. Itu merupakan tanda mulainya Festival Karang Kabua 2025.
(Ajar/Red)















