Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Dalam kondisi ekonomi yang tidak baik-baik saja dan masyarakat gelisah karena meroketnya harga sembako seperti beras, telur, cabe dan lainnya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang seharusnya prihatin.
Dengan cara tidak menghambur-hamburkan uang rakyat untuk merayakan hari ulang tahun (HUT) Kota Tangerang ke 31 pada 28 Februari 2024.
Demikian kata Koordinator Aliansi Tangerang Raya, Tatang Sago, Selasa (27/2/2024).
Seharusnya, lanjut dia, pada usianya yang sudah dewasa, Pemkot Tangerang lebih bisa memahami penderitaan warganya.
Jangan malah terkesan menghambur-hamburkan uang dengan menghadirkan grup band papan atas dan hiburan lain yang tentunya menghabiskan biaya tidak sedikit
“Apa sih manfaatnya buat masyarakat, justru ini akan menimbulkan konotasi yang tidak baik, jika dalihnya hanya untuk menghibur saja,” ujarnya.
Saat ini, kata Tatang, masyarakat tidak butuh hiburan berlebihan. Mereka butuh sikap pemerintah yang bisa menekan harga kebutuhan sehari-hari.
Masalah operasi harga beras murah yang dilakukan Pemkot tidak cukup. Karena masih banyak warga yang tidak mendapatkannya.
Lebih jauh Tatang mengatakan, walaupun perayaan HUT harus terselenggara, tentunya sederhana saja.
Misal doa bersama dengan mendatangkan tokoh ulama yang dapat memberikan siraman rohani kepada masyarakat.
“Dalam kondisi seperti ini harusnya Pemkot perbanyak menggelar kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” paparnya.
Karena dengan memperbanyak kegiatan yang baik dan bermanfaat, tentu akan berdampak baik pula pada perilaku masyarakat.
“Saya kira dengan kegiatan yang baik berdoa bersama pada HUT ini, Insya Allah untuk menuju kota Tangerang yang Baldatun toyibatun warobun Ghofur mudah terealisasi,” ungkapnya.
Sesuai dengan motto Kota Tangerang yang Akhlakul Karimah.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemkot Tangerang, Mualim menjelaskan, pada malam puncak HUT Kota Tangerang, Pemkot akan mendatangkan grup band papan atas Gigi.
Selain itu juga grub-grub band lokal dan tarian lainnya.
Namun begitu, ia enggan mengutarakan anggaran kegiatan tersebut dengan alasan tidak punya data.
“Belum punya datanya,” kilahnya. (Cak)

















