Namun, Irak mampu bertahan dengan disiplin dan sesekali melancarkan serangan balik berbahaya.
Marselino Ferdinan sempat mendapatkan peluang emas di menit ke-80, namun sepakannya masih melambung di atas gawang Irak.
Pertandingan semakin menegangkan di babak perpanjangan waktu.
Irak berhasil memecah kebuntuan melalui gol Ali Jasim Elaibi di menit ke-108.
Indonesia terus berusaha mengejar ketertinggalan, namun hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Irak tak berubah.
Kegagalan di Piala Asia U-23 Menjadi Pelajaran Berharga
Kegagalan di Piala Asia U-23 ini tentu menjadi pil pahit bagi Timnas Indonesia U-23.
Namun, perjalanan mereka di turnamen ini patut diapresiasi.
Garuda Muda menunjukkan performa yang pantang menyerah dan berhasil mengalahkan tim-tim kuat seperti Australia dan Korea Selatan.
Pengalaman di Piala Asia U-23 ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi Timnas Indonesia U-23.
Mereka harus terus berbenah dan meningkatkan kualitas permainan jika ingin meraih prestasi yang lebih gemilang di masa depan.
Dukungan penuh dari masyarakat Indonesia juga sangat dibutuhkan untuk memotivasi para pemain Timnas Indonesia U-23 dalam perjuangan mereka meraih tiket ke Olimpiade 2024.
Mari kita dukung Garuda Muda di pertandingan Playoff melawan Guinea nanti! (Red)















