Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat ini menghadapi masalah serius terkait meningkatnya kasus kekerasan dan penculikan anak.
Salah satu insiden yang menarik perhatian adalah penculikan seorang siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Serua Indah 01, berinisial A, yang terjadi pada Senin lalu antara pukul 15.30-17.00 WIB.
Menurut informasi, A dijemput oleh seorang pelaku tak dikenal di dekat sekolahnya.
Setelah menghilang selama beberapa jam, A akhirnya ditemukan sekitar pukul 20.30 WIB dan dikembalikan kepada keluarganya.
Dalam keterangannya, A mengungkapkan bahwa pelaku membawanya berkeliling menggunakan sepeda motor sebelum diturunkan di sekitar SMPN 23 Tangsel.
Video kembalinya A kepada keluarganya viral di media sosial, memicu reaksi luas dan kecaman dari masyarakat terhadap situasi yang mengkhawatirkan ini.
Merespons fenomena penculikan yang semakin marak, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) mengambil langkah-langkah untuk melindungi siswa dan tenaga pendidik dari kekerasan.
Salah satu upayanya adalah memperkuat Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), yang melibatkan berbagai sektor, termasuk Dinas Pendidikan, Satpol PP, dan lembaga bantuan hukum.
Kepala Dinas Dikbud Tangsel, Deden Deni, menegaskan perlunya evaluasi dan koordinasi yang lebih baik dalam menangani kekerasan.
Pihaknya juga mengadakan pelatihan bagi anggota satgas untuk meningkatkan kemampuan penanganan kasus.
Deden menambahkan pentingnya sosialisasi berkelanjutan dan pengembangan sistem pelaporan yang lebih responsif.
Deden menekankan, semua pihak harus bersama mengawasi, dan bagi korban, jangan takut melapor. Mari kita lawan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
Komitmen ini menjadi langkah penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan di sekolah-sekolah di Tangsel. (Alif/Jarkasih)















