“Penyelenggara Tapcha ini gak professional. Masa event setingkat nasional seperti ini dilaksanakan di tempat yang kecil dan sempit, untuk parkir kendaraan saja ga tau dimana, malah pakai area parkir masjid. Warga yang hendak beribadah di masjid in ikan jadi terganggu karena ga bisa memarkirkan kendaraannya di area masjid,” celoteh Surya (40) pengendara roda empat yang hendak menunaikan Shalat Dzuhur di Masjid Agung Al Jihad Ciputat, Sabtu (14/12/2024).
Event Tingkat Nasional Setara Lokal
Hal senada juga diungkapkan Nur (37), salah satu pelatih pencak silat. Menurut dia, event setingkat nasional seperti kejuaraan pencak Silat Tapcha ke-6 ini harusnya digelar di tempat yang besar seperti GIS, Puspiptek/BRIN atau tempat lainnya.
Selain itu, lokasinya juga harus jauh dari keramaian aktifitas lain, bukan di GOR Ciputat yang berdampingan dengan pasar.
“Ini event tingkat nasional tapi setara tingkat lokal, harusnya ditempatkan di tempat yang lebih besar kayak di GIS, Puspiptek atau yang lain yang lebih memadai,” kata Nur mengkritik tempat pelaksanaan Tapcha yang dinilainya tidak memadai.
Dia menegaskan bahwa kapasitas GOR Ciputat terlalu kecil dan tidak memadai untuk pelaksanaan kejuaraan pencak silat tingkat nasional.
“Gedungnya terlalu kecil dan tempatnya berdekatan dengan pasar,” jelasnya.
Akibat tempat yang tidak memadai itu, banyak atlet dan pelatih harus berdesakan, sehingga sulit mendapatkan ruang untuk beristirahat.
Kondisi semakin diperparah dengan hujan deras yang mengguyur kawasan sekitar GOR Ciputat. Minimnya fasilitas berteduh membuat para peserta, pelatih, dan keluarga yang hadir kewalahan.
“Situasi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi semua pihak yang terlibat dalam kejuaraan,” tukas Nur.
Terkait tempat acara, Ketua IPSI Kota Tangsel Delima Bungsu Andy juga mengakui tempat acara Tapcha ke-6 tersebut tidak memadai.















