Setu, HALOBANTEN.COM – Ketua DPRD Banten Andra Soni, bakal ambil peran pada Festival Budaya Betawi di Pondok Aren Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan itu akan berlangsung di Lapangan Kecamatan Pondok Aren, 18-20 November mendatang.
Politikus partai Gerindra itu merespon positif adanya gelaran Festival Budaya Betawi oleh Lembaga Budaya Betawi (LBB) Kota Tangerang Selatan.
Menurutnya, masyarakat Tangerang Selatan harus melestarikan kesenian Betawi melalui kegiatan-kegiatan seperti festival.
“Sebagai warga Banten, tentu sangat mengapresiasi pelestarian budaya yang ada di Provinsi Banten, termasuk kebudayaan Betawi,” kata Andra, Senin (30/10/2022).
Dia mengakui, Festival Budaya Betawi tahun 2022 ini, pendanaannya tidak menggunakan APBD Kota Tangerang Selatan.
Namun dia meyakini, kedepannya akan ada perhatian dari pemerintah untuk pengembangan budaya Betawi di Kota Tangerang Selatan.
“Kita akan berkordinasi dengan dinas tingkat kota maupun provinsi, agar terus letarikan tradisi dan budaya yang menjadi kearifan lokal,” ungkapnya.
Dia mengaku bersedia untuk berperan dalam lenong megapolitan tersebut.
Apalagi, festival lenong Betawi itu juga akan melibatkan sejumlah pejabat.
Di antaranya Walikota Tangerang Selatan dan Wakilnya, Ketua DPRD Tangerang Selatan serta sejumlah pejabat dari kementrian RI.
“Insya Allah, saya siap ambil bagian dalam festival lenong Betawi nanti,” ujarnya.
Selain beraudiensi dengan Ketua DPRD Provinsi Banten, Andra Soni, LBB Kota Tangsel juga menyambangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dindikbud Provinsi Banten, Bara Hudaya menerima langsung kunjungan rombongan LBB Tangerang Selatan.
Bara mengatakan, LBB Kota Tangsel ke depannya dapat membantu program Dindikbud Banten khususnya menyangkut seni dan budaya di Tangsel.
“LBB Kota Tangsel selama ini mengakomodir pelaku seni dan budaya Betawi. Itu harus bisa terangkat agar masyarakat bisa mengetahuinya,” singkatnya.
Ketua LBB Kota Tangerang Selatan Abdul Karim menjelaskan, dukungan semua pihak terkait penyelenggaraan Festival Budaya Betawi.
Menurutnya, secara tidak langsung hal itu akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang arti menghargai latar belakang sebuah budaya.
Abdul Karim berharap ada terobosan soal bagaimana budaya-budaya lokal Banten, terutama budaya Betawi di Tangsel, bisa berkembang melalui kebijakan yang ada.
“Sebagai suatu kejayaan khasanah budaya bangsa dan mendukung serta berharap agar Kota Tangsel menjadi salah satu kota budaya di Indonesia,” harapnya.
“Namun semua ini perlu adanya kebijakan dari semua pemangku kebijakan yang ada di Banten,” sambungnya. (DRA/JEK)















