Tangerang, HALOBANTEN.COM – PT Victory Chingluh Indonesia, pabrik sepatu yang memproduksi untuk merek global seperti Nike dan Adidas merelokasi operasinya dari Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, Banten. Keputusan itu mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal. Pihak perusahaan secara resmi melakukan PHK terhadap 2.200 buruh karena perusahaan menerima penurunan pesanan (order) dari mitra kerja.
Di Tangerang, PHK massal ini awalnya menargetkan 2.804 buruh. Namun, setelah Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, pihak perusahaan, dan serikat pekerja berdialog, mereka berhasil menekan jumlah tersebut menjadi 2.200 buruh yang terkena dampak.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kabupaten Tangerang, Hendra, mengonfirmasi laporan PHK di pabrik sepatu asal Taiwan tersebut. “Kami sudah menerima informasi resmi. PT Victory Chingluh Indonesia di Pasar Kemis melakukan PHK. Alasannya adalah efisiensi akibat penurunan order dari pembeli,” jelas Hendra, Kamis (30/10/2025).
PHK Mulai Berlaku Jumat 31 Oktober
Hendra menambahkan, pemerintah daerah melalui Disnaker telah berupaya maksimal meminimalkan dampak PHK, termasuk melakukan dialog sosial dan mediasi.
Sosialisasi PHK berjalan pada 10 Oktober 2025. Perusahaan memberikan surat pemberitahuan PHK pada 14–16 Oktober 2025, dan buruh menandatangani surat PHK pada 27–30 Oktober 2025.
PHK ini efektif berlaku pada Jumat, 31 Oktober 2025. Disnaker terus berkoordinasi agar buruh menerima hak-hak mereka sesuai ketentuan.
Kemenperin: Perusahaan Cari Upah Buruh Lebih Murah
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkap alasan mengapa pabrik Nike dan Adidas hengkang dari Tangerang. Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, Rizky Aditya Wijaya, mengatakan perusahaan merelokasi pabrik sepatu tersebut ke wilayah tengah Pulau Jawa karena mencari upah















