Pandeglang, HALOBANTEN.COM – Kabupaten Pandeglang menunjukkan komitmen penuh dalam mencegah dan menanggulangi stunting. Hal ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas guna menyongsong puncak bonus demografi pada tahun 2030.
“Stunting telah menjadi isu besar nasional, dan Kabupaten Pandeglang terus berkomitmen untuk menanggulanginya,” ujar Bupati Irna dalam kegiatan rembug stunting di Hotel Rizki Pandeglang, Selasa (28/5/24).
Bupati Irna mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkomitmen serius dalam mengatasi permasalahan stunting ini. “Kita harus berangkat dari akar permasalahannya dulu, dan sasarannya adalah ibu-ibu hamil agar teredukasi,” ungkapnya.
Menurut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Ahmad Saepudin, rembug stunting merupakan langkah penting yang harus dilakukan pemerintah daerah.
“Rembug stunting ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara terintegrasi antar OPD penanggungjawab layanan dengan sektor/lembaga non-pemerintah dan masyarakat,” katanya.
Upaya pencegahan stunting di Pandeglang dilakukan melalui berbagai langkah strategis, antara lain:
- Peningkatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh anak yang baik.
- Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita yang mengalami stunting.
- Pemberian pelayanan kesehatan yang optimal bagi ibu hamil dan balita.
- Peningkatan akses air bersih dan sanitasi yang layak.
- Pengembangan program intervensi stunting yang terintegrasi dan komprehensif.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang menargetkan penurunan angka stunting hingga 14% pada tahun 2024. Angka ini diharapkan terus diturunkan hingga mencapai target nasional yaitu 9% pada tahun 2025. (Red)















