Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Pedagang Pasar Anyar Kota Tangerang menyetop pemagaran revitalisasi pasar tradisional tersebut.
Mereka menilai Pemda Kota (Pemkot) Tangerang ingkar janji atas kesepakatan bersama dengan pedagang.
“Pemagaran pada sisi timur pasar ini kami stop karena Pemkot ingkar janji,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Anyar Zaenudin, Selasa (06/2/2024).
Awalnya, ungkap Zaenudin, pada saat pertemuan dengan para pedagang di Aula Kantor Kecamatan Tangerang beberapa waktu lalu, Camat Tangerang, Yudi Pradana yang mewakili Pemkot dan Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang, Tietin Mulyati, berjanji hanya akan memagar sebelah utara pasar.
Kemudian, lanjutnya, pemagaran itu akan berlanjut setelah para pedagang di relokasi ke Pasar Mambo dan Pasar Anyar Selatan, di Jalan Kisamaun.
Namun kenyataannya, kata Zaenudin, sebelum relokasi terlaksana, pemagaran berlanjut hingga ke sisi Timur.
Bahkan mereka juga sudah mendrop material pemagaran di sebelah barat atau depan pasar, sehingga para pedagang merasa resah.
“Tolong hentikan pemagaran ini, jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” pinta Zaenudin pada para pekerja pemagaran.
“Panggil koordinator proyek, karena semua pedagang sudah keluar dan berkumpul,” imbuhnya.
Setelah terjadi dialog dengan koordinator proyek, akhirnya pemagaran berhenti dan para pedangan kembali ke kiosnya masing-masing.
Lebih jauh Nurdin menjelaskan, sebayak 563 pedagang masih bertahan di Pasar Anyar.
Mereka siap meninggalkan tempat, setelah Pemkot menyiapkan relokasi di Pasar Mambo dan Pasar Anyar Selatan.
“Sebelum tempat relokasi itu siap, kami akan tetap bertahan,” tandasnya.
Senada pula dengan Wakil Ketua Paguyuban Pasar Anyar Gufron Sulaiman.
Pemkot Dianggap Akan Mematikan Penghasilan Pedagang
Dia menambahkan para pedagang memilih bertahan bukan karena tidak mendukung revitalisasi.
“Kami sangat mendukung, apalagi revitalisasi ini merupakan proyek nasional,” paparnya.
Hanya saja, kata dia, para pedagang meminta agar di relokasi terlebih dahulu ke Pasar Mambo dan Pasar Anyar Selatan.
Jangan sampai tempat relokasinya belum siap, pagar besi sudah kelilingi pasar.
“Jika begini caranya, berarti Pemkot Tangerang akan mematikan penghasilan para pedagang secara pelan-pelan dan kami akan tetap melawan,” cetusnya.
Ketika wartawan mengkonfirmasi masalah tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman membenarkan, pemagaran keseluruhan pasar akan berlangsung setelah lokasi relokasi di Pasar Mambo dan Pasar Anyar siap di tempati.
“Beberapa hari ini saya di luar Kota dan tidak mengikuti perkembangan, silahkan konfirmasi ke Camat Tangerang,” katanya melalui pesan whatsApp.
Sementara itu Camat Tangerang, Yudi Pradana dan Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang, Tietin Mulyati enggan merespon saat wartawan mengkonfirmasi masalah tersebut. (Cak)















