Revitalisasi Pasar Anyar Molor, Pedagang Pertanyakan Retribusi Yang Masuk Ke Perumda Pasar Kota Tangerang

Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Alotnya relokasi pedagang Pasar Anyar, karena tidak adanya pendekatan dari Pemda Kota (Pemkot) Tangerang kepada para pedagang.

Sehingga berdampak pada molornya pelaksanaan revitalisasi pasar tradisional yang berdiri sejak tahun 1967.

Demikian kata, Gufron Sulaiman, Wakil Ketua Paguyuban Pasar Anyar, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Selasa (6/2/2024).

BACA JUGA

Awalnya, tutur dia, revitalisasi Pasar dengan anggaran dari Pemerintah Pusat (Kementerian RUPR) sebesar Rp123 miliar lebih, pelaksanaannya pada September 2023.

karena rencana relokasinya secara sepihak dari Pemkot, pedagang menolak.

“Waktu itu kami akan di relokasi ke lima pasar yang lokasinya jauh dari Pasar Anyar,” papar dia.

Seperti, Plaza Shinta, Mal Metropolis, Pasar Jatake, Pasar Modern Banjar Wijaya, dan Pasar Laris Cibodas.

Saat itu pula, sambungnya, para pedagang menolak, karena relokasinya terpecah-pecah atau bukan satu titik.

Akibatnya, jelas Gufron relokasi batal dan tertunda hingga tanggal 26 Januari 2024.

Pada saat itu pula, kata dia, terjadilah gejolak dari para pedagang lantaran Pemkot tidak melibatkan mereka dalam menentukan relokasi ke Plaza Shinta dan Mal Metropolis.

Penolakan terjadi, karena pedagang menilai Plaza Shinta dan Mal Metropolis jauh dan sepi konsumen.

“Jangankan kami yang bermodal kecil, pedagang besarpun di dua lokasi tersebut pada bangkrut lantaran sepi pembeli,” paparnya.

Atas penolakan itu, kata dia, terjadilah dialog antara perwakilan pedagang dengan Penjabat Wali Kota Tangerang, Nurdin.

Hasilnya, beber Gufron, Pj Wali Kota, sepakat relokasi di Pasar Mambo dan berkembang ke Pasar Anyar Selatan.

Namun hingga saat ini relokasi belum terealisasi. Dia menduga tidak adanya anggaran pendamping dari Pemkot Tangerang untuk biaya relokasi.

“Sepertinya itu yang terjadi,” tandasnya.

Karena, lanjut dia, hingga memasuki minggu ketiga setelah pertemuan antara Pemkot dan pedagang, relokasi pedagang belum tampak.

Ironisnya lagi, kata Gufron, kondisi Pasar Anyar saat ini sudah sangat memprihatinkan.

Selain memang sudah uzur, pada bagian tembok di lantai dua tumbuh pohon-pohon liar.

Dia pun mengakui sudah sudah lama pasar Anyar tidak terawat.

Padahal tiap hari pedagang selalu membayar retribusi pada Perumda Pasar Kota Tangerang.

Lalu kemanakah uangnya itu. “Ini yang juga jadi pertanyaan para pedagang,” tandasnya.

Sementara itu Dirut Pasar Kota Tangerang, Tietin Mulyati yang di konfirmasi masalah tersebut tak kunjung merespon. (Cak)

BERITA LAINNYA