News » TANGERANG RAYA » TANGERANG RAYA

Pelajar SMP Dibacok di Solear Saat Nonton Tawuran, Polisi Kejar Dua Terduga Pelaku

Tangerang, HALOBANTEN.COM — Pelajar SMP dibacok saat nonton aksi tawuran di Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, hingga mengalami luka berat pada pergelangan tangan. Sementara itu, Polsek Cisoka mengejar dua terduga pelaku dalam kasus tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 16.30 WIB. Lokasi kejadian berada di Kampung Munjul, Desa Adiyasa, Kecamatan Solear. Korban berinisial AH (15), merupakan siswa SMP Negeri 4 Solear. Polisi menyebut korban semula hendak melihat siaran tawuran melalui Instagram.

Namun, korban kemudian memilih mendatangi lokasi tawuran secara langsung. Dalam perjalanan, kendaraan korban mengalami mogok hingga membuatnya menjadi sasaran serangan.

Serangan tersebut membuat pergelangan tangan kiri korban mengalami luka berat. Petugas lalu membawa korban ke Rumah Sakit Umum Tigaraksa untuk mendapat penanganan medis. Kemudian, korban menjalani operasi untuk menangani luka pada bagian pergelangan tangannya. Polisi belum dapat meminta keterangan korban karena proses pemulihan masih berlangsung.

BACA JUGA

Sementara itu, polisi telah mengantongi identitas dua terduga pelaku. Tim Polsek Cisoka kini bergerak mencari keberadaan keduanya. “Tim kami terus bergerak untuk menangkap dua terduga pelaku,” kata Kanit Reskrim Polsek Cisoka Ipda Icuk Tulus.

Polisi masih menyelidiki latar belakang kedua terduga pelaku. Petugas juga belum memastikan status mereka sebagai pelajar atau bukan.

Polisi Minta Keterangan Teman Korban dan Barang Bukti

Polsek Cisoka telah meminta keterangan seorang teman korban. Polisi mengamankan teman tersebut untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian. Sementara itu, petugas turut mengamankan tas milik korban sebagai barang bukti. Tas tersebut masih memiliki noda darah yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Laksono Febrianto memastikan polisi terus menangani perkara tersebut. Penyidik masih menunggu kondisi korban membaik untuk memperoleh keterangan langsung.

Selain itu, polisi mengimbau orang tua dan sekolah memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak. Pengawasan juga perlu mencakup penggunaan media sosial yang memuat konten kekerasan.

Polisi meminta keluarga dan sekolah mencegah anak mengikuti aksi tawuran. Langkah tersebut penting agar konten kekerasan tidak mendorong tindakan yang membahayakan keselamatan.

(JAR)

BERITA LAINNYA