Pemkot Tangsel Gandeng BKM untuk Program Bedah Rumah sesuai Regulasi

Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) menjalankan program perbaikan rumah tak layak huni (RUTLH) dengan melibatkan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Langkah ini sejalan dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Kota Tangerang Selatan Nomor 110 Tahun 2022 yang mengatur pedoman pelaksanaan perbaikan RUTLH, dimana BKM berperan sebagai mitra utama dalam proses pembangunan.

Asep Hermawan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) RUTLH Disperkimta Tangsel, menjelaskan bahwa partisipasi BKM dari setiap Kelurahan di Tangsel menjadi kunci dalam mewujudkan program ini.

BACA JUGA

Melalui sistem swakelola tipe IV sesuai Perpres terbaru yakni Perpres Barjas Nomor 16 tahun 2021, program ini tidak hanya melibatkan masyarakat, tetapi juga mematuhi regulasi yang berlaku seperti Perda Kota Tangsel No. 3 Tahun 2014 dan PP No. 12 Tahun 2021.

Sebelum pelaksanaan program bedah rumah, kata Asep, pihaknya terlebih dahulu mengundang BKM di lokasi pelaksanaan pekerjaan swakelola.

Pemkot Tangsel Gandeng BKM untuk Program Bedah Rumah sesuai Regulasi
BEDAH RUMAH: Rumah milik ibu Dawiyah sebelum dan sesudah dilakukan bedah rumah oleh Disperkimta Tangsel.

Sehingga dalam pelaksanaan perbaikan RUTLH, Dinas Perkimta Tangsel melibatkan masyarakat melalui BKM di masing-masing kelurahan dan di tiap Kecamatan.

“Dalam program ini, sosialisasi pun dilaksanakan setiap tahun di semua kecamatan se-Tangsel,” kata Asep Hermawan di Serpong, Selasa (30/7/2024).

Bukan hanya BKM, Disperkimta juga mengundang masyarakat penerima manfaat serta para pejabat di kewilayahan mulai dari RT, RW, Lurah hingga Camat.

Asep menjelaskan, ketentuan pelaksanaan program perbaikan RUTLH ini tertuang dalam Perda Kota Tangsel Nomor 3 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Kemudian PP Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas PP Nomor 14 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Dalam PP Nomor 14 Tahun 2016 Pasal 115 angka 3, kata Asep, tertuang bahwa pengelolaan program dapat difasilitasi Pemerintah Daerah untuk meningkatkan keswadayaan masyarakat dalam pengelolaan rumah dan permukiman layak huni.

Sementara dalam Pasal 131 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman disebutkan bahwa pelaksanaan pembangunan perumahan dan permukiman dapat melibatkan peran masyarakat dengan membentuk forum pengembangan perumahan dan kawasan permukiman, dalam hal ini BKM.

Anung Indra Kumara, Kepala Bidang Permukiman Disperkimta, menambahkan, kerjasama dengan BKM memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan program ini.

Keterlibatan aktif masyarakat melalui forum BKM dalam setiap tahap pelaksanaan, mulai dari sosialisasi hingga validasi, menjadikan program ini lebih terpercaya dan efektif.

Kemitraan dengan BKM membantu Disperkimta Tangsel, karena program perbaikan RUTLH ini dikerjakan, didampingi dan diawasi oleh masyarakat setempat melalui BKM.

Program bedah rumah atau perbaikan RUTLH ini, kata Anung, dapat terlaksana karena keterlibatan masyarakat.

Sebelum pelaksanaan program bedah rumah berjalan, masyarakat mengusulkan terlebih dahulu siapa saja yang berhak menerima program tersebut, melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat kelurahan, kecamatan sampai tingkat kota.

“Program RUTLH ini dari masyarakat untuk masyarakat. Disperkimta Tangsel hanya menjadi fasilitator program sampai betul-betul program ini terlaksana dan manfaatnya dirasakan langsung oleh penerima manfaat,” jelas Anung.

Pemkot Tangsel Gandeng BKM untuk Program Bedah Rumah sesuai Regulasi
BEDAH RUMAH: Kondisi rumah Ibu Marnih sebelum dan setelah dilakukan bedah rumah oleh Disperkimta Tangsel.

Sementara itu, Kepala Disperkimta Kota Tangsel, Aries Kurniawan mengatakan bahwa ada sebanyak 510 unit rumah yang masuk dalam program perbaikan RUTLH di tahun anggaran 2024 ini.

Ratusan unit rumah itu tersebar di Pamulang 65 unit, Ciputat sebanyak 68 unit, Ciputat Timur 65 unit, Pondok Aren 94 unit, Serpong Utara 70 unit, Serpong 80 unit dan Kecamatan Setu 68 unit.

Menurut Aries, program perbaikan RUTLH merupakan program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan yang akan terus dilanjutkan.

Pasalnya, masih banyaknya warga masyarakat yang tinggal di rumah yang tidak layak huni, jika dilihat dari usulan yang masuk dalam Musrenbang.

Program perbaikan RUTLH ini merupakan usulan dari masyarakat melalui Musrenbang. Setelah masuk usulan, kemudian dilanjutkan dengan pendataan oleh Disperkimta.

Pendataan dilakukan untuk mengetahui apakah memenuhi syarat atau tidak.

Jika memang memenuhi syarat, maka akan masuk ke tahap selanjutnya hingga proses eksekusi atau pembangunan.

Adapun syarat yang harus dipenuhi dalam program perbaikan RUTLH ini, antara lain masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan memiliki lahan pribadi dengan luas minimal 30 meter persegi yang dibuktikan dengan surat atau sertifikat. Mengenai anggarannya per rumah yakni sebesar Rp71 juta.

Dalam mprogram ini, Disperkimta Tangsel berkolaborasi dengan BKM untuk melakukan perencanaan, pengadaan barang material, sampai bentuk laporan dengan waktu pengerjaan maksimal 45 hari.

Ia berharap, program RUTLH ini menjadi salah satu upaya dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Tangsel dalam pemenuhan kebutuhan terhadap hunian. Terlebih, manfaatnya dirasakan betul oleh masyarakat penerima manfaat.

Program RUTLH tidak hanya menjadi solusi bagi hunian yang layak huni, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan dan pengembangan permukiman lokal.

Dengan bantuan dari BKM dan kerjasama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan program ini terus memberikan manfaat yang nyata bagi warga Tangsel.

Pemkot Tangsel Gandeng BKM untuk Program Bedah Rumah sesuai Regulasi
BEDAH RUMAH: Kondisi rumah Sunarsih sebelum dan setelah dilakukan bedah rumah oleh Disperkimta Tangsel.

Di sisi lain, Ketua BKM Kelurahan Serua Ciputat, Samin, menyoroti peran strategis BKM dalam menyelenggarakan swakelola untuk 12 unit rumah tahun ini, menggambarkan komitmen mereka terhadap peningkatan kualitas hunian masyarakat.

Pihaknya menegaskan bahwa partisipasi profesional lokal dalam program ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di Tangsel.

BKM Kelurahan Serua setiap tahun terlibat dalam program perbaikan RUTLH di wilayah tersebut.

Tahun ini, BKM Kelurahan Serua melakukan swakelola terhadap 12 unit rumah yang masuk dalam program perbaikan RUTLH. Tahun 2023 lalu ada 9 unit rumah yang diswakelolakan di Kelurahan Serua.

Sebelum pelaksanaan, kata Samin, ada sosialisasi dari Disperkimta Tangsel untuk BKM.

Sosialisasi tersebut membahas soal alur, perencanaan dan semua yang berkaitan dengan program bedah rumah RUTLH.

“Setiap tahun seperti itu, kita bekerja pun mendapat pengawasan dari Disperkimta, baik terkait kualitas, apakah sudah sesuai atau belum,” kata Samin.

Dia mengaku dalam pelaksanaan program RUTLH ini hanya mempekerjakan tenaga-tenaga profesional di bidangnya yang diambil dari warga sekitar Kelurahan Serua.

Program bedah rumah atau perbaikan RUTLH yang terus berjalan di Kota Tangsel ini mendapat respon positif dari masyarakat Serua. Hal ini dilihat dari terus meningkatnya usulan masyarakat melalui Musrenbang.

Camat Ciputat, Mamat menambahkan bahwa pihak Kecamatan Ciputat turut terlibat dalam pelaksanaan program bedah rumah.

Tahun ini, ada 68 unit rumah di Kecamatan Ciputat yang masuk dalam program perbaikan RUTLH. “Sudah selesai dan sudah diserahterimakan,” kata Mamat.

Mamat mengaku, pada program bedah rumah ini pihaknya berperan melakukan validasi data, khususnya data lahan milik penerima manfaat.

“Kalau lahan si penerima manfaat program ini valid sesuai dengan ketentuan program, maka saya rekomendasikan ke Dinas Perkim untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.

Warga Ciputat, Edi Santoso menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih ke jajaran Pemkot Tangsel yang telah merealisasikan program bedah rumah.

“Kami sebagai warga penerima banyak terima kasih atas kepedulian Bapak Wali Kota, Pak Benyamin dan seluruh jajaran. Saya sangat bersyukur dengan adanya program ini, saya pribadi sendiri pun sangat sulit untuk membangun rumahnya dan dengan bantuan ini sungguh sangat bermanfaat sekali,” ucapnya. (*)

BERITA LAINNYA

Next Post