masuk daftar pencarian orang. Sebagai imbalan, TN mendapat janji bayaran 3.000 dolar Singapura atau sekitar Rp42 juta.
Sementara itu, CT menerima tawaran perjalanan wisata ke Indonesia sebagai kompensasi. Polisi menaksir nilai barang bukti pada kasus ini mencapai Rp47,47 miliar. Barang tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 6.782 cartridge vape mengandung etomidate.
Kasus kedua muncul pada 25 Mei 2026 di Terminal 2F Kedatangan Internasional. Petugas menangkap JZ yang baru tiba dari Thailand menggunakan penerbangan Thai Lion Air SL116. Petugas menemukan satu botol berisi 500 mililiter cairan etomidate dalam koper tersangka.
JZ mengaku menjalankan perintah seseorang berinisial HC yang kini berstatus buron. Sebagai kompensasi, JZ menerima janji bayaran sebesar 50 ribu Yuan atau sekitar Rp132,5 juta. Polisi memperkirakan nilai barang bukti mencapai Rp5,6 miliar. Cairan tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 800 cartridge vape siap edar.
Etomidate Disalahgunakan sebagai Campuran Vape
Etomidate merupakan obat anestesi yang biasa digunakan dalam prosedur medis. Namun, sejumlah jaringan narkotika menyalahgunakan zat tersebut sebagai campuran cairan vape. Penggunaan etomidate tanpa pengawasan medis dapat memicu halusinasi dan gangguan kesadaran. Karena itu, aparat meningkatkan pengawasan terhadap peredaran zat tersebut melalui jalur internasional.
Kasus ketiga terungkap pada 26 Februari 2026 di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Petugas menangkap SP yang tiba dari Bangkok menggunakan pesawat Thai Airways TG435. Dalam koper tersangka, petugas menemukan tujuh botol berisi 4.100 mililiter etomidate.
SP menyamarkan cairan tersebut dalam kemasan produk sehari-hari. Tiga botol bertuliskan “Parrot” berisi 2.100 mililiter etomidate. Empat botol lainnya bertuliskan “Coconut Oil” berisi 2.000 mililiter etomidate.
SP mengaku menerima perintah dari seseorang berinisial SS yang kini masuk daftar pencarian orang. Ia memperoleh janji bayaran sebesar 80 ribu Baht atau sekitar Rp43,6 juta. Polisi menaksir nilai ekonomi barang

















