Menurutnya, kunjungan ini berasa sangat istimewa.
Sahrudin menceritakan, yayasan ini berdiri sejak tahun 1991 dan baru mendapat legalitas resmi pada tahun 2010.
Yayasan yang bergerak pada sektor rehabilitasi obat-obatan dan ODGJ itu saat ini menampung sebanyak 120 anak asuh dari berbagai daerah di Indonesia.
“Maka dari itu, saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan. Kami terima dengan lapang dada,” katanya.
Selain kebutuhan bantuan sembako, pada kesempatan itu, Sahrudin juga meminta bantuan beberapa hal kepada Pemprov Banten, seperti mobil ambulan, pembangunan mushola untuk pusat rehabilitasi pasien, baju layak pakai dan juga lahan untuk pemakaman.
(Mg1/Jek)

















