“Pak Pj minta semua itu harus segera di benahi,” tandasnya.
PKL dan Pungli Marak di Pasar Anyar
Sementara itu mengenai keberadaan PKL dan Pungli, Tietin enggan menjawab.
Yang penting baginya, relokasi pedagang dan revitalisasi Pasar Anyar sudah berjalan.
“Itu bukan urusan saya, saya pusing, itu ranahnya Satpol PP,” ungkapnya melalui sambungan telepon genggam.
Di konfirmasi masalah tersebut, Kasatpol PP Kota Tangerang, Wawan Fauzi, enggan berkomentar.
Ia hanya menjawab, “masih tahap dipelajari’.
Berdasarkan catatan yang ada, keberadaan PKL di sekitar Pasar Anyar Kota Tangerang, karena di duga adanya Pungli.
Pungli tersebut melibatkan beberapa oknum yang dekat dengan orang dalam (Ordal) Pemkot Tangerang.
“Ya bayarlah, kalau nggak gimana kita bisa buka lapak di sini,” kata pedagang makanan yang lapaknya bersandar di seng pembatas revitalisasi Pasar Anyar.
Selain bayar lapak, tambah dia, tiap hari para PKL juga membayar uang keamanan dan kebersihan Rp20 ribu kepada oknum tersebut.
“Untuk bayar lapak bervariasi, antara Rp 2 juta sampai Rp 3 juta,” kata salah seorang PKL yang enggan menyebut identitasnya. (Cak)















