Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Nurdin kumpulkan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengatasi banjir di dua lokasi relokasi Pasar Anyar Kota Tangerang.
Seperti Pasar Anyar Selatan dan Pasar Mambo, di Jalan Kisamaun Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Pasalnya, akhir pekan lalu (Sabtu,11/5/2024), pasar tersebut tergenang air karena drainase di sekitar pasar tidak mampu menampung debit air hujan.
Selain itu, dalam pertemuan tertutup yang menghadirkan sejumlah pedagang Pasar Anyar, Pj meminta pedagang kaki lima (PKL) dan pungutan liar (Pungli) yang marak di sekitar pasar segera di tertibkan.
Hal itu dibenarkan oleh Kabag Humas Pemkot Tangerang, Mualim. “Ya Arahan Pj seperti itu,” katanya melalui aplikasi WhatsApp, Senin petang (13/5/2024).
Di tanya soal waktu pelaksanaan pembersihan saluran dan penertiban PKL serta Pungli, Mualim enggan menjelaskan secara rinci. “Secepatnya,” Ujarnya dengan singkat.
Senada pula dengan Dirut Perumda Pasar Kota Tangerang, Tietin Mulyati.
Ia mengaku di minta oleh Pj Wali Kota untuk koordinasi dengan OPD terkait, seperti Dinas PUPR dan Perkimtan Kota Tangerang.
“Ya, Pak Pj minta saya koordinasi dengan Dinas PUPR terkait pembersihan atau pembenahan drainase,’ paparnya.
Sedangkan dengan Dinas Perkimtan, sambungnya, di minta untuk membenahi lapak-lapak pedagang yang bocor.
“Pak Pj minta semua itu harus segera di benahi,” tandasnya.
PKL dan Pungli Marak di Pasar Anyar
Sementara itu mengenai keberadaan PKL dan Pungli, Tietin enggan menjawab.
Yang penting baginya, relokasi pedagang dan revitalisasi Pasar Anyar sudah berjalan.
“Itu bukan urusan saya, saya pusing, itu ranahnya Satpol PP,” ungkapnya melalui sambungan telepon genggam.
Di konfirmasi masalah tersebut, Kasatpol PP Kota Tangerang, Wawan Fauzi, enggan berkomentar.
Ia hanya menjawab, “masih tahap dipelajari’.
Berdasarkan catatan yang ada, keberadaan PKL di sekitar Pasar Anyar Kota Tangerang, karena di duga adanya Pungli.
Pungli tersebut melibatkan beberapa oknum yang dekat dengan orang dalam (Ordal) Pemkot Tangerang.
“Ya bayarlah, kalau nggak gimana kita bisa buka lapak di sini,” kata pedagang makanan yang lapaknya bersandar di seng pembatas revitalisasi Pasar Anyar.
Selain bayar lapak, tambah dia, tiap hari para PKL juga membayar uang keamanan dan kebersihan Rp20 ribu kepada oknum tersebut.
“Untuk bayar lapak bervariasi, antara Rp 2 juta sampai Rp 3 juta,” kata salah seorang PKL yang enggan menyebut identitasnya. (Cak)






















