Kota Tangerang, HALOBANTEN.COM – Berita yang beredar di media sosial terkait ayah simpan jasad bayinya di dalam kulkas selama dua hari adalah berita Hoax dan tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara terhadap berbagai pihak yang mengetahui peristiwa tersebut oleh Polres Metro Tangerang Kota terungkap sesuai Surat Keterangan Kematian dari RSUD Kota Tangerang menerangkan bahwa bayi berjenis kelamin laki-laki itu meninggal dunia pada Senin (03/7/2023) pukul 06.30 WIB.
Pada saat dilahirkan sudah dalam keadaan meninggal di dalam kandungan AA pada usia kandungan 8 bulan dan AA sendiri dibawa oleh suaminya S ke rumah sakit pada Minggu (02/7/2023) karena ada pendarahan.
“Berdasarkan hasil penyelidikan dan surat keterangan RSUD, bayi tersebut disimpan S di dalam kulkas kurang dari 1×24 jam sebelum dimakamkan, jadi tidak benar berita yang beredar disimpan selama dua hari di dalam kulkas,” jelas Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Jana dalam keterangannya, Minggu (09/7/2023).
Inisiatif S, menyimpan jenazah bayinya di dalam kulkas itu terinspirasi dari rumah sakit yang mengeluarkan jasad bayinya dari dalam freezer saat diserahkan padanya untuk dimakamkan pada hari itu, (03/7/2023) sekira pukul 13.00 WIB.
Jenazah bayi baru dikeluarkan pihak rumah sakit setelah proses administrasi dan keterangan surat kematian dari RSUD selesai.
“Jadi, jasad bayi itu berada di rumah sakit kurang lebih selama 8 jam untuk proses pemulangan untuk dimakamkan,” tutur Jana.
Sesampainya di rumah kontrakannya, S sempat membacakan surat Yasin untuk almarhum putranya tersebut.
Namun, belum sempat S melapor ke RT/RW dan kelurahan untuk meminta surat keterangan dan proses pemakaman.
Lalu, S mendapatkan telepon dari pihak rumah sakit yang menginformasikan istrinya mengalami pendarahan hebat dan harus dirujuk ke ruang ICU.
Ditambah saat itu juga disampaikan bahwa kedua anak sambung S berusia 3 dan 4 tahun menangis di rumah sakit.
“Karena panik dan tidak memiliki keluarga di sekitar kontrakannya, sebelum kembali ke rumah sakit, S berinisiatif menyimpan sementara jenazah bayinya di dalam kulkas agar tidak membusuk setelah sebelumnya Ia melihat jenazah bayinya diambil dari dalam freezer di rumah sakit saat diserahkan kepadanya,” jelas Jana.
Setelah selesai mengurus perawatan istrinya, dan menenangkan kedua anak sambungnya, pada Selasa pagi, (04/7/2003), S pulang kembali ke rumah untuk mengurus surat keterangan proses pemakaman jenasah di kantor Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug Kota Tangerang Banten.
“Setelah selesai, S dibantu RT/RW dan staf kelurahan, jenazah bayi tersebut langsung dimakamkan secara layak di TPU Selapajang sekitar pukul 11 siang,” katanya.
“Maka kami tegaskan bayi tersebut tidak disimpan selama dua hari di dalam kulkas tapi kurang dari 1×24 jam,” jelas Jana.
“Maka, jika ada berita disimpan dua hari di dalam kulkas adalah berita hoax, tolong masyarakat lebih bijak dan hati-hati dalam menyebarkan berita yang tidak sesuai fakta, karena akan membuat masyarakat jadi resah dan menjadi perhatian publik,” imbuhnya.
Pihak kepolisian masih terus mendalami peristiwa yang terjadi tersebut.
“Untuk hasilnya akan kami sampaikan kembali setelah selesai melakukan penyelidikan, mengingat AA istri S sendiri masih dirawat di RSUD Kota Tangerang, belum bisa kami mintai keterangannya,” tutupnya.
(Red)















