Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM — Seorang pria pengantar barang ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, pada Kamis pagi (24/4/2025).
Penemuan tersebut menggegerkan warga sekitar yang sempat melihat korban dalam kondisi diam dan tak bergerak.
Korban diketahui berinisial S, pria kelahiran Banyuwangi tahun 1961, berdomisili di Pamulang Barat, Tangerang Selatan.
Pria tersebut ditemukan meninggal dalam posisi duduk di samping Toko Dua Tiga Toshiba sekitar pukul 10.15 WIB.
Pihak kepolisian dari Polsek Ciputat Timur bersama tim identifikasi dari Polres Tangerang Selatan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau dugaan tindak pidana pada tubuh korban.
“Kami perintahkan Perwira Pengawas yang piket 24 jam dan tim identifikasi untuk melakukan olah TKP,” ujar Kompol Bambang Askar Sodiq, Kapolsek Ciputat Timur.
Berdasarkan hasil olah KTP, korban ditemukan dalam posisi duduk dan tidak bergerak pada pukul 10.00 WIB.
“Ada saksi yang melihat,” jelas Bambang.
Korban Miliki Riwayat Penyakit Jantung
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga meninggal dunia karena sakit.
Namun karena keluarga menolak dilakukan autopsi atau pemeriksaan visum luar, sehingga penyebab kematian korban belum terkonfirmasi.
Pihaknya memastikan tidak terdapat unsur kriminalitas dalam kejadian ini.
Informasi dari pihak keluarga terungkap bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru.
Pihak keluarga menyatakan bahwa kejadian ini merupakan musibah dan menolak dilakukan proses autopsi maupun visum.
Anak korban, Maulana mengatakan, peristiwa ini sebagai musibah.
Pihak keluarga sudah meminta korban untuk tidak bekerja karena kondisi kesehatannya yang memburuk.
“Kami sudah meminta ke bapak untuk tidak kerja karena masih sakit,” kata Maulana.
Menurut keterangan sejumlah saksi, S kerap mangkal dan melayani jasa antar barang.
Barang terakhir yang dikirim korban adalah paket dari toko percetakan.
Kompol Bambang juga menegaskan bahwa korban bukan merupakan pengemudi ojek online.
Ia lebih dikenal sebagai warga yang kerap membantu orang lain dengan jasanya secara informal.
“Jadi korban ini bukan ojek online ya, tapi sering mangkal,” ucapnya.
Sebelum kejadian, korban tengah dimintai bantuan oleh sebuah perusahaan percetakan untuk mengambil kertas dari toko perlengkapan kantor yang berada di dekat flyover Toshiba Ciputat.
Aktivitas tersebut menjadi yang terakhir sebelum akhirnya korban ditemukan meninggal.
Pihak kepolisian menghormati keputusan keluarga yang menolak autopsi dan akan menutup kasus ini sesuai permintaan keluarga.
Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
(Alif/Jek/Red)















