jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Tangerang. Program tersebut sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
Namun, kunjungan itu juga mengungkap kebutuhan air bersih yang masih menjadi kendala warga, terutama saat musim kemarau. Oleh sebab itu, Maesyal meminta Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman segera menyiapkan langkah penanganan.
Ia mengarahkan penyediaan toren air dan tangki air sebagai solusi sementara. Setelah itu, pemerintah akan melaksanakan pengeboran sumur demi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Untuk kebutuhan air bersih, saya meminta Kadis Perkim menyiapkan toren dan tangki air sementara. Selanjutnya, pemerintah akan melaksanakan pengeboran sumur,” tegasnya.
Usai mengunjungi Desa Pematang, Maesyal melanjutkan pemantauan ke Desa Cileles. Ia melihat hasil rehabilitasi tiga rumah milik Jakari, Amaidah, dan Asmin yang telah selesai.
Dalam kesempatan itu, Maesyal berdialog langsung dengan para penerima manfaat. Ia memastikan rumah yang telah selesai memberikan kenyamanan serta meningkatkan kualitas hidup keluarga.
Salah seorang penerima bantuan, Jakari, mengaku bersyukur atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang. Ia merasakan perubahan besar setelah rumahnya selesai direhabilitasi.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang dan seluruh jajaran pemerintah. Sekarang rumah saya lebih layak, nyaman, dan keluarga merasa lebih tenang,” ujar Jakari.
(JAR)


























