peserta didik baru mengalami peningkatan sejak program berjalan.
Sebelum program hadir, jumlah pendaftar di sekolah tersebut sekitar 60 siswa. Namun, pada tahun pertama pelaksanaan Program Sekolah Gratis, jumlah siswa kelas X meningkat menjadi 90 orang. Saat ini total peserta didik mencapai 146 siswa.
Menurut Buyung, tambahan siswa berasal dari calon peserta didik yang belum memperoleh kursi di sekolah negeri. Ia optimistis perluasan program pada tahun kedua dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan di sekolah swasta.
“Sehingga kualitas sekolah swasta ke depan akan setara dengan sekolah negeri,” ujarnya.
Ringankan Beban Ekonomi Orang Tua
Selain meningkatkan akses pendidikan, Program Sekolah Gratis juga membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Zikri (17), siswa kelas X penerima manfaat program, mengaku orang tuanya sangat terbantu karena tidak lagi menanggung biaya pendidikan bulanan yang cukup besar. Ibunya bekerja sebagai penjual ayam potong, sedangkan ayahnya berprofesi sebagai satpam.
“Biaya sekolah itu merupakan pengeluaran rutin setiap bulan yang cukup besar bagi kami,” katanya.
Hal serupa juga dirasakan Kalita (17), siswi SMKS 17 Kota Cilegon. Ia sempat kecewa karena tidak lolos ke sekolah negeri. Namun, keberadaan Program Sekolah Gratis membuatnya tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya sekolah swasta.
“Alhamdulillah ternyata ada program sekolah gratis dari Bapak Gubernur untuk SMK swasta,” ujarnya.
Berbeda dengan Kalita, Syeril (16), siswa jurusan pemasaran, justru memilih sekolah swasta karena menilai kualitas lulusan sekolah swasta tidak kalah bersaing.
“Toh sama-sama gratis. Kalaupun bicara kualitas lulusan, saya rasa dari swasta juga banyak yang bagus dan berhasil,” katanya.
Dorong Daya Saing Daerah
Lebih lanjut, Andra Soni menilai peningkatan rata-rata lama sekolah akan berkontribusi terhadap daya saing daerah dalam jangka panjang. Menurutnya,















