Ia menegaskan bahwa Kota Tangsel harus terus menjaga dan melindungi HAM terutama pada kondisi masyarakat Kota Tangerang Selatan yang beragam dan bervariasi terutama pada aspek suku, budaya dan agama.
Kota Tangerang Selatan ini sangat heterogen, baik dari sisi kepercayaannya, sisi sumber kehidupannya, sukunya, sangat heterogeny.
Biasanya dalam keheterogenan ini akan sangat rentan sensitif terkait dengan kehidupan ataupun penilai-penilaian terkait dengan Hak Asasi Manusia.
Atas hal itulah, kata Bambang, butuhsinergi dan kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak.
Termasuk bersama Kementerian Hukum dan HAM dalam menjaga dan melihat segala parameter di dalamnya untuk mewujudkan HAM di Kota Tangerang Selatan.
“Alhamdulillah kita selama ini selalu didampingi oleh Kementerian Hukum dan HAM secara berjenjang dari Kabid sampai dengan pimpinan pusatnya sehingga kita di anggap sudah sampai tujuh kali memiliki poin tertinggi sebagai kota yang peduli atas sisi manusia,” ucapnya.
Ia mengimbau kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan sinergi bersama aparat kepolisian sebagai pengawas langsung dalam kehidupan bermasyarakat, untuk terus berkomitmen memberikan perencanaan, inovasi dan evaluasi yang akan diimplementasikan pada tahun 2023 ini.


























