Tangerang Selatan, HALOBANTEN.COM – Bulan suci Ramadan sepertinya tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas praktik prostitusi di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.
Hal itu terungkap saat Satpol PP Tangsel menggerebek rumah kos dan kontrakan di kawasan Serpong, Serpong Utara dan Pondok Aren dalam razia penegakkan Peraturan Daerah (Perda) tadi malam, Jumat-Sabtu (28/29/3/2025).
Dalam penggerebekan itu, Satpol PP Tangsel mendapati sembilan wanita dan tujuh pria bukan pasangan suami istri sedang berada di dalam kamar rumah kos dan kontrakan.
Saat dilakukan pendataan dan pemeriksaan di kantor Satpol PP, para wanita PSK di Tangsel ini mengaku rata-rata melayani lima hingga enam pria hidung belang perhari.
“Kita periksa satu per satu, kita tanyakan apakah sudah lama? Per hari berapa pelanggannya? Rata-rata per hari mereka 5 sampai 6 orang,” ujar Kabid Gakumda Satpol PP Tangsel, Muksin Al Fachry, kepada halobanten.com.
Ironisnya, aktivitas prostitusi dan asusila di rumah kos atau kontrakan ini diduga mendapat dukungan dari sejumlah warga.
“Mereka (PSK, Red) mengaku melakukan kegiatan prostitusi dibantu oleh ada 1-2 warga yang katanya a, b, c dan lain sebagainya,” ujarnya.


























